Israel saat ini telah menahan lebih dari 4.900 warga Palestina. Di waktu yang sama, saat empat tentara mereka ditahan, mereka justru gencar berkampanye menuntut pembebasan empat tentara tersebut.
Dua tentara Israel, Aron Shaul dan Hadar Goldin, ditangkap saat menyerang warga sipil di Jalur Gaza pada agresi tahun 2014. Dua lainnya, Avera Mengistu dan Hashim Al-Sayyed, ditahan setelah memasuki tanah Palestina tanpa izin setelah agresi berakhir.
Keluarga Hadar Goldin mengatakan bahwa mereka menggantung banyak poster di sekitar lingkungan kota-kota Palestina yang dijajah Israel. Melihat situasi ini, kelompok perlawanan Palestina memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyusun strategi. Kelompok perlawanan di Jalur Gaza langsung mengeluarkan tuntutan untuk melakukan pertukaran tawanan. Empat orang tentara Israel ditukar dengan nyawa ratusan tawanan Palestina.
Namun, Israel telah berkali-kali menolak pembebasan warga Palestina dengan tawaran apa pun. Sebaliknya, kejahatan dan serangan Israel terhadap tawanan Palestina semakin meningkat. Sebelumnya, pertukaran tawanan pernah terjadi pada tahun 2011. Pada saat itu, 1.027 tawanan Palestina dibebaskan dengan imbalan pembebasan tentara Israel bernama Gilad Shalit.
Berdasarkan data dari lembaga yang mengurus masalah tawanan Palestina, Israel telah menahan lebih dari 4.900 warga Palestina di penjara mereka. Statistik menunjukkan di antara para tawanan juga terdapat 170 anak di bawah umur, 32 perempuan, 750 orang sakit, dan 1.100 tawanan administratif.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








