Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan belum dapat menghubungi tiga mahasiswa Indonesia yang menjadi sukarelawan di Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Farid Zanzabil Al Ayubi, Reza Aldilla Kurniawan, dan Fikri Rofiul Haq telah menjadi relawan di rumah sakit tersebut, yang dibangun dari sumbangan Indonesia dan telah menjadi target serangan Israel pada hari Senin (20/11).
Nur Ikhwan Abadi, manajer lokasi rumah sakit yang bekerja sama dengan badan amal Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), telah kembali ke Indonesia sebelum agresi pecah. Dia mengatakan kepada Al Jazeera:
“Mereka adalah anak-anak yang baik. Farid sudah hafal beberapa juz Al-Quran, sedangkan Reza dan Fikri sudah hafal 30 juz seluruhnya. “Selain menjadi relawan kemanusiaan, mereka ingin ke Gaza untuk belajar di Universitas Islam Gaza dan ketiganya mendapatkan beasiswa untuk belajar di sana.”
“Reza berangkat ke Gaza pada tahun 2013 dan telah lulus kuliah, sedangkan Farid dan Fikri berangkat ke Gaza pada tahun 2019 dan masih bersekolah saat kejadian tersebut. Kami telah mencoba menghubungi mereka sepanjang hari melalui jurnalis di rumah sakit tetapi tidak dapat menghubungi siapa pun.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








