Tawanan Palestina yang sudah dibebaskan, Rami Abu Mustafa, kembali untuk menuntut ilmu di universitas, dua hari setelah dia dibebaskan dari penjara pendudukan. Ia telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di dalam penjara pendudukan Israel. Saat ini, Abu Mustafa (42), bergabung dengan Fakultas Teknik di Universitas Islam, meskipun teman-teman sekelasnya kini usianya 20 tahun lebih muda darinya.
Redaksi dan mahasiswa baru mengatakan bahwa Abu Mustafa sama sekali tidak sombong, dan tidak pernah peduli dengan perbedaan usia dengan rekan-rekan kuliahnya. Abu Mustafa menyelesaikan hafalan Al Qur’an dan memperoleh diploma dalam kualifikasi khatib, kemudian memperoleh gelar sarjana dalam sejarah dan juga sarjana dalam ilmu politik dari Universitas Al-Quds di Abu Dis. Terakhir, ia mengejar gelar master dalam studi ekonomi Islam dari sebuah universitas di Beirut.
20 tahun yang lalu, tentara Israel menangkap Abu Mustafa di salah satu pos pemeriksaan militer di Jalur Gaza tengah sebelum blokade pada 2005 dan memvonisnya dengan 20 tahun penjara karena diduga menjadi anggota perlawanan Palestina. Sejak saat itu, Abu Mustafa terpaksa menunda mimpinya untuk bisa belajar di universitas. Hingga setelah dibebaskan,tanpa menunggu lama, ia kembali bersemangat untuk bisa menggapai impiannya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








