Dalam wawancara baru-baru ini dengan Channel 12, Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir mengungkapkan pernyataan yang menuai kecaman dari warga Palestina. Ia mengatakan, “Hak saya, hak istri dan anak-anak saya, untuk bepergian di jalan-jalan di Tepi Barat lebih penting daripada hak untuk bergerak bagi orang-orang Arab.”
Di tengah kondisi yang penuh dengan ketegangan, Menteri Keuangan Israel Betzalel Smotrich justru memperparah situasi. Dalam sebuah wawancara radio, Smotrich menepis kritik internasional terhadap pernyataan Ben-Gvir sebagai kemunafikan. Lebih lanjut, ia menggunakan contoh tindakan AS di Irak dan Afghanistan untuk mempertanyakan kedudukan moral mereka yang mengutuk Israel.
Di pihak Palestina, supermodel Palestina-Amerika Bella Hadid berpendapat bahwa aturan pemerintah Israel sering mendiskriminasi warga Palestina. Mereka mewujudkan praktik diskriminasi dalam berbagai cara termasuk dengan membatasi pergerakan dan akses terhadap layanan dasar.
Departemen Luar Negeri AS juga mengecam pernyataan Ben Gvir karena dianggap mengobarkan ketegangan dan mengabaikan pentingnya persamaan hak bagi warga Palestina.
Kelompok pembela hak-hak Palestina berpendapat bahwa komentar Ben-Gvir memperkuat persepsi diskriminasi sistemik terhadap warga Palestina, khususnya di Tepi Barat. Mereka melihat pernyataan tersebut mewakili pola apartheid yang lebih besar, ketika warga Palestina sering menghadapi pembatasan pergerakan dan kurangnya akses terhadap sumber daya dasar.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








