Tentara Israel mengumumkan pada Kamis (3/10) bahwa mereka telah membunuh Abdul Aziz Salha, seorang warga Palestina yang merupakan simbol perlawanan selama Intifada Palestina Kedua tahun 2000.
Salha terbunuh dalam serangan udara di Deir al-Balah di Gaza tengah pada Rabu (2/10) malam, kata tentara Israel dalam sebuah pernyataan. Pada Oktober 2000, sebuah gambar seorang warga Palestina dengan darah di tangannya melihat ke luar jendela di kantor polisi Palestina beredar di seluruh dunia.
Salha, dari Deir Jarir di sebelah timur Ramallah, dituduh terlibat dalam pembunuhan dua tentara Israel yang memasuki Ramallah di Tepi Barat secara keliru. Pengadilan Israel telah menjatuhkan hukuman seumur hidup kepadanya.
Namun, Salha kemudian dibebaskan dan dipindahkan ke Gaza sebagai bagian dari perjanjian pertukaran tawanan tahun 2011 antara Israel dan Hamas, yang dimediasi oleh Mesir.
Militer Israel mencatat bahwa Salha telah berpartisipasi dalam pembunuhan tentara Israel pada tahun 2000 dan mengklaim bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ia terlibat dalam pengarahan operasi di Tepi Barat.
Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang terus berlanjut dan mengakibatkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








