Setelah terkepung selama lima hari pasukan Israel memasuki rumah Malak Abu Sharara di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza.
Ketika senjata diarahkan kepadanya, ibu Palestina tersebut mencoba menjelaskan bahwa hanya ada warga sipil di rumah itu. Namun, dia merasa tentara akan menembak juga, jadi dia bersembunyi. Beberapa saat kemudian, dia menyadari anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun, Mohammed Abdel Wahed, terkena tembakan.
“Kami memohon bantuan untuk mendapatkan ambulans,” kata Abu Sharara kepada Middle East Eye. “Tapi kemudian sebuah tank menembaki sisi lain rumah sehingga anak saya meninggal, sedangkan saya serta suami terluka.”
Keluarga itu terjebak selama lima hari di rumah mereka setelah penduduk Palestina yang lain di area tersebut mengungsi. Abu Sharara mengatakan setiap kali mereka mencoba meninggalkan rumah, serangan artileri terjadi di dekatnya, memaksa mereka kembali. Setelah itu, pasukan Israel menyuruh semua orang di rumah tersebut untuk pergi sebelum menangkap suami dan saudara ipar Abu Sharara.
Dengan membawa trauma, lelah, dan bercak darah di bajunya, dia mengenang perjalanan ke rumah sakit terdekat. “Saya membawa jenazah putra saya dan mengungsi dengan berjalan kaki ke Rumah Sakit al-Aqsa”.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








