Hari Pangan Sedunia jatuh pada 16 Oktober untuk memperingati berdirinya United Nations Food and Agricultural Organization (FAO) pada 1945. Di tengah krisis pangan global, tema Hari Pangan Sedunia pada tahun ini adalah “Jangan Tinggalkan Siapapun,” sebagai seruan tindakan bagi pemerintah, badan-badan PBB, aktor swasta, dan organisasi kemanusiaan untuk memastikan hak asasi manusia atas pangan. Laporan Global FAO tentang Krisis Pangan 2022 memperkirakan bahwa 193 juta orang di 53 negara mengalami kerawanan pangan dan membutuhkan bantuan mendesak pada 2021. Sementara itu, jutaan lainnya di seluruh dunia menghadapi kenaikan harga bahan makanan pokok, didorong oleh gangguan rantai pasokan terkait Covid-19, ekstrem peristiwa cuaca, dan konflik seperti perang di Ukraina.
Di Sri Lanka, Program Pangan Dunia memperkirakan bahwa lebih dari 6 juta orang, hampir sepertiga dari populasi, mengalami kerawanan pangan, karena negara itu menghadapi krisis ekonomi yang telah mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan. Di Afghanistan, hampir 19 juta orang mengalami kerawanan pangan tingkat tinggi, dengan lebih dari 34.000 anak dirawat di rumah sakit dengan kekurangan gizi parah pada 2022, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Konsekuensi dari kekurangan gizi dapat berlangsung seumur hidup, termasuk stunting, keterlambatan perkembangan, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Kemungkinan juga akan banyak anak lain yang tidak dapat mengakses rumah sakit.
Di Somalia yang mengalami kekeringan terburuk dalam 40 tahun telah membuat anak-anaknya mengalami krisis kelaparan yang paling parah. Lebih dari separuh anak balita (1,8 juta) menghadapi kekurangan gizi akut. Hampir 6,7 juta orang di Somalia (41% dari populasi), yang meningkat hampir 2,4 juta orang dari angka sebelumnya, diperkirakan akan berjuang melawan kekurangan pangan yang meluas antara Oktober hingga Desember pada tahun ini. Sudah empat kali musim hujan gagal berturut-turut di Tanduk Afrika, ditambah dengan kenaikan harga pangan akibat perang di Ukraina dan pandemi Covid-19, telah menyebabkan lebih dari tujuh juta anak-anak menghadapi kelaparan ekstrem di seluruh wilayah.
Di bawah hukum hak asasi manusia internasional, setiap orang berhak atas standar hidup yang layak, termasuk makanan yang layak, dan hak untuk bebas dari kelaparan. Akses terhadap pangan yang cukup merupakan hak asasi manusia yang mendasar dan esensial. Pemerintah dan masyarakat internasional perlu memberikan dukungan segera kepada mereka yang paling rentan. Dukungan dapat dengan meningkatkan pendanaan bantuan pangan darurat dan memperluas sistem perlindungan sosial. Lembaga yang berpengaruh lainnya, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan negara-negara kreditur tidak boleh memperburuk krisis dengan mendorong negara-negara untuk menerapkan langkah-langkah penghematan dalam rencana pemulihan ekonomi Covid-19.
Sumber:
https://www.savethechildren.net
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







