Sastra Palestina juga terlahir di penjara-penjara pendudukan Israel seiring dengan kehidupan tawanan di penjara Israel. Sebagai sarana perjuangan aksi nasional, sastra juga menjadi wadah bagi para tawanan untuk mengungkapkan perasaannya atas kenyataan sulit yang dia jalani dan untuk mendokumentasikan pengalaman yang dialaminya dengan cara yang kreatif. Karya-karya sastra ini dikenal sebagai “sastra penjara”, yang diwakili dalam puisi, cerita pendek, novel, dan surat sastra.
Dari balik jeruji, tawanan Haitham Jaber (48 tahun), yang lahir di Kota Haris, sebelah barat Salfit, terdorong untuk mulai menulis dan memproduksi karya sastra yang kemudian menerbitkan novel nasional dan koleksi puisi yang memuat jejak tawanan Palestina. Haitham baru-baru ini menerbitkan buku ketiganya, Sighs of Love and War (3), yang merupakan seri ketiga dari buku dengan judul yang sama. Dalam novel tersebut, ia menggabungkan cinta untuk kehidupan dan tanah air, hasrat terhadap perempuan, serta antara perang dan konflik dengan pendudukan.
Sebelum buku tersebut, Haitham telah menulis beberapa buku lainnya. Pertama, pada 2016 dengan judul Tahanan 1578. Buku tersebut berbicara tentang kehidupan seorang tawanan Palestina dari saat pertama hingga saat dia dibebaskan. Kedua, novel The Martyr yang menceritakan seorang gadis yang berjuang sepanjang hidupnya. Ketiga, kumpulan cerita pendek berjudul The White Wedding tentang cerita nasionalis. Selain itu, terdapat juga kumpulan puisi tiga bagian, yaitu Sighs of Love and War.
Haitham telah bolak-balik menjadi tawanan pendudukan. Ia ditangkap pertama kali saat berusia 16 tahun dan dijatuhi hukuman dua setengah tahun penjara. Setahun setelah pembebasannya, dia ditangkap lagi dan menghabiskan 4 setengah tahun penjara. Pada 2002, Haitham memasuki penjara pendudukan untuk ketiga kalinya dan dijatuhi hukuman 28 tahun penjara. Ketika itu, dia menyelesaikan pendidikannya di Universitas Al-Aqsa dengan sistem “pendidikan jarak jauh”, program studi sejarah. Pada 2018, dia memperoleh gelar diploma bidang jurnalistik dan media dari An-Najah National University.
Sumber:
https://www.wafa.ps/Pages/Details/45317
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







