Israel sedang melakukan langkah-langkah untuk “secara hukum mengabadikan diskriminasi atas dasar agama, ras dan kebangsaan,” kata surat kabar Israel, Haaretz, dalam sebuah tajuk rencana, memperingatkan tentang penerapan undang-undang untuk memperluas aturan yang disebut “Hukum Komite Penerimaan”.
RUU diskriminatif tersebut akan diajukan pada Rabu (7/6), setelah disetujui awal pekan ini oleh Komite Menteri untuk Legislasi. Diperkenalkan pada tahun 2011, Undang-Undang Komite Penerimaan telah mengesahkan “Komite Penerimaan” yang beroperasi di ratusan kota komunitas kecil yang dibangun di atas tanah negara di Naqab (Negev) dan Al-Jalil (Galilea).
Undang-undang rasis tersebut telah memberi Komite Penerimaan–badan yang menentukan unit rumah dan bidang tanah– kewenangan yang hampir penuh untuk menerima atau menolak individu yang akan tinggal di kota-kota ini. Komite tersebut juga termasuk perwakilan dari Badan Yahudi atau Organisasi Zionis Dunia, entitas kuasi-pemerintah. Dalam praktiknya, mereka menyaring orang-orang Arab Palestina dan ras lainnya dari kelompok yang dipinggirkan, seperti Yahudi Arab yang dikenal sebagai Yahudi Mizrahi dan orang Israel non-Eropa yang datang dari Ethiopia. Pendukung undang-undang tersebut juga telah mengetahui dengan jelas bahwa maksud dari amandemen tersebut adalah pemisahan rasial, kata tajuk rencana tersebut.
RUU tersebut dianggap bagian dari agenda zionisme yang lebih luas, namun esensinya adalah supremasi Yahudi dalam semangat Hukum Negara-Bangsa. Ini adalah tindak lanjut dari diskusi kabinet tentang resolusi yang dimaksudkan untuk memberikan preferensi kepada orang Yahudi dalam alokasi lahan. Memperluas undang-undang yang mengesahkan diskriminasi rasial dan agama terhadap warga negara Israel non-Yahudi akan semakin mendukung konsensus yang hampir universal dari komunitas hak asasi manusia internasional bahwa negara pendudukan terus mempraktikkan apartheid.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








