Pemerintah Provinsi Al-Quds (Yerusalem) menegaskan bahwa otoritas pendudukan Israel terus berupaya menghapus identitas Palestina dari Kota Al-Quds (Yerusalem) dan menggantinya dengan identitas Yahudi buatan.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (21/07), disebutkan bahwa Israel menggunakan ajang “Festival Kuliner” yang berlangsung hingga 24 Juli sebagai bagian dari proyek Yahudisasi, dengan menciptakan realitas budaya palsu yang mendukung narasi Zionis.
Festival ini, yang digelar untuk tahun ketujuh secara berturut-turut, diadakan di kawasan Istana Komisaris Tinggi di tenggara tembok Kota Tua Al-Quds (Yerusalem), dengan lebih dari 30 restoran berpartisipasi.
Pemerintah provinsi menilai bahwa acara ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan budaya yang difokuskan pada Yahudisasi, dengan cara menyebarkan narasi palsu serta memamerkan unsur-unsur budaya Palestina yang dicuri atau direkayasa, demi mengesankan bahwa kota ini memiliki identitas Yahudi yang dominan.
Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa festival semacam ini adalah bentuk “penjajahan lunak” yang bertujuan mengaburkan sejarah otentik Al-Quds (Yerusalem). Pemerintah menyerukan perlawanan rakyat dan dukungan internasional untuk menolak praktik semacam ini serta menegaskan kembali identitas Kota Al-Quds (Yerusalem) secara historis, religius, dan budaya.
Pemerintah Provinsi Al-Quds (Yerusalem) menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa strategi penjajahan tidak akan berhasil mengubah realitas atau menghapus memori kolektif rakyat Palestina dan warisan peradabannya.
Sumber:
Jerusalem Governorate: The Israeli occupation seeks to Judaize the city’s cultural identity








