Para pemukim ekstrimis Yahudi kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem Timur) yang diduduki pada Senin (1/12) pagi dan siang, memasuki area suci melalui Gerbang Maghariba dengan perlindungan ketat polisi Israel. Para pemukim melakukan tur provokatif, mendengarkan ceramah rabbi tentang “Temple Mount”, serta melaksanakan ritual Talmudiah, terutama di area timur masjid dan di tangga menuju Qubbat as-Sakhrah.
Sementara itu, polisi Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan dan akses jemaah Muslim, mencegah banyak dari mereka memasuki kompleks masjid.
Pada hari yang sama, pasukan Israel melakukan gelombang penangkapan massal di berbagai wilayah Tepi Barat. Setidaknya 44 warga Palestina dari Beit Fajjar dan al-Ubeidiya (Bethlehem) ditangkap dan diinterogasi sebelum dibebaskan. Selain itu, 11 warga dari Al-Lubban al-Gharbi dan Rantis (barat laut Ramallah), tiga dari Nablus, dan satu dari Sa’ir di Hebron juga ditawan, mayoritas merupakan mantan tawanan.
Aksi penyerbuan dan penangkapan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya agresi Israel di Tepi Barat dalam dua tahun terakhir, yang telah membunuh lebih dari 1.030 warga Palestina dan menyebabkan ribuan lainnya ditahan.








