Wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza telah mengalami pemadaman total layanan komunikasi kabel dan internet sejak Senin lalu. Kondisi ini terjadi di tengah agresi Israel yang terus berlangsung dan penolakan untuk memberikan akses kepada tim teknis dari Perusahaan Telekomunikasi Palestina guna memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Pemadaman terbaru ini terjadi setelah layanan sempat pulih sebentar pada Sabtu sebelumnya, tetapi kembali terputus pada Senin akibat meningkatnya serangan udara dan pembantaian yang terutama menyasar pusat distribusi bantuan kemanusiaan.
Menurut berbagai sumber, tim teknisi Palestina telah mengalami pembatasan bahkan pelarangan total untuk mengakses lokasi yang rusak dan melakukan perbaikan. Serangan ini merupakan bagian dari serangan yang lebih luas terhadap sistem telekomunikasi di seluruh Gaza.
Pemadaman komunikasi ini semakin memperparah krisis kemanusiaan yang memburuk dengan cepat di Gaza. Institusi medis dan organisasi internasional sangat bergantung pada jaringan komunikasi untuk mengoordinasikan bantuan dan layanan bagi lebih dari dua juta penduduk yang terancam genosida.
Sektor pendidikan juga terdampak parah, khususnya upaya pembelajaran daring yang selama ini menjadi satu-satunya harapan untuk menjaga kesinambungan pendidikan bagi anak-anak Gaza di tengah perang.
Kejadian ini menyoroti tantangan berat yang dihadapi warga Gaza dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari kemampuan untuk mengakses pertolongan medis, koordinasi bantuan, hingga sekadar mendapatkan informasi—hal-hal yang semakin memperdalam skala bencana kemanusiaan saat agresi terus berlanjut.
Menanggapi hal ini, sejumlah organisasi sipil dan kemanusiaan menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera bertindak mencegah kehancuran total infrastruktur Gaza dan memastikan pemulihan layanan telekomunikasi vital yang dibutuhkan penduduk untuk bertahan di tengah krisis.
Pada Selasa, seorang sumber dari Perusahaan Telekomunikasi Palestina mengonfirmasi bahwa “infrastruktur telekomunikasi Gaza terus diserang tanpa henti, kehilangan sebagian besar kapasitasnya dan menghadapi ancaman kehancuran total.”
Sumber tersebut menambahkan bahwa jaringan terus-menerus menjadi sasaran setiap hari, membuat tim perbaikan kelelahan dan berada dalam bahaya konstan. Seorang teknisi di Gaza tengah bahkan mengalami luka parah hingga harus diamputasi kakinya.
Sejak serangan Israel ke Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, layanan telekomunikasi dan internet telah berulang kali terputus di seluruh wilayah atau sebagian besar area, baik akibat pengeboman intensif maupun kehabisan bahan bakar untuk mengoperasikan generator.
sumber:
For the third consecutive day: No internet or communication in central and southern Gaza








