Pemerintah pendudukan Israel mengatakan sedang mempersiapkan serangan berkepanjangan di Jalur Gaza, media Israel melaporkan pada Selasa (9/5). Hal itu diutarakan pada evaluasi keamanan yang dilakukan Israel setelah membunuh 13 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Kepala Staf Tentara Pendudukan Israel, Herzi Halevi, mengakhiri pertemuan dengan para pemimpin militer dan intelijen yang diadakan untuk evaluasi keamanan setelah serangan intens yang menewaskan 13 warga Palestina dan 20 lainnya terluka di Gaza. Mereka membahas kemungkinan tanggapan kelompok Perlawanan Palestina terhadap agresi Israel di Gaza.
Menurut Times of Israel, pasukan Israel mengatakan bahwa pertemuan di pusat komando utama militer berfokus pada “rencana aksi berdasarkan perkembangan potensial dan kesiapan IDF di semua lini.” Sementara itu, permukiman Israel di dekat Jalur Gaza yang terkepung telah memberi lampu hijau evakuasi para pemukim karena “pertempuran diperkirakan akan berlangsung beberapa hari”. Tempat perlindungan bom di tengah dan selatan Israel, kata surat kabar Israel, sudah dibuka dan rumah sakit memindahkan pasien ke daerah berbenteng.
Dalam sebuah pernyataan, Ruang Operasi Gabungan faksi Perlawanan Palestina di Jalur Gaza, mengatakan pendudukan Israel dan para pemimpinnya akan “membayar harga” untuk serangan udara tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








