Kementerian Air dan Kualitas Lingkungan Palestina pada Selasa (18/1) membunyikan peringatan kepada masyarakat internasional akan bencana lingkungan yang mengancam kehidupan penduduk Palestina di Jalur Gaza.
Gaza, dengan populasi 2,3 juta jiwa, menjadi penjara terbesar akibat blokade Israel. Pencegahan masuknya bahan-bahan yang dibutuhkan untuk merekonstruksi infrastruktur dan peralatan pengelolaan air hujan untuk mengatasi kekurangan air di sana, merupakan sirine bahwa bencana kemanusiaan akan segera terjadi.
Blokade Israel terhadap Gaza telah berlaku selama 16 tahun, menghalangi masuknya bahan-bahan konstruksi dasar seperti semen, besi, dan bahan-bahan bangunan lainnya untuk merekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat agresi Mei 202.
Sementara itu, dalam forum internasional bertajuk “Pengepungan Gaza: Kejahatan yang terus berlanjut atas pengepungan Israel yang mencekik di Jalur Gaza sejak 2007”, Dan Kovalik, dosen dan aktivis hak asasi manusia, juga profesor hak asasi manusia dan perdamaian di Universitas Pittsburgh, menyatakan bahwa Israel dengan sengaja merampas hak hidup dan kebutuhan dasar penduduk Gaza, seperti air, makanan, dan obat-obatan yang diperlukan bagi warga sipil untuk bertahan hidup.
Pelanggaran ini tidak lain adalah kejahatan perang menurut posisi Konvensi Jenewa dan perjanjian internasional lainnya.
Dr. Ahmed Hisham Helles, Kepala Institut Nasional untuk Lingkungan dan Pembangunan, menyampaikan bahwa “Jumlah air yang sampai ke warga di Jalur Gaza hanya berkisar 60—70 liter/orang/hari, dan mungkin jauh lebih sedikit bagi mereka yang berada di daerah pedesaan dan marginal.”
Ia juga menekankan bahwa pencemaran lingkungan yang terjadi di Gaza terkait erat dengan pendudukan Israel. Selama agresi terakhir, terjadi pencemaran lingkungan yang parah akibat serangan militer intensif menggunakan semua jenis senjata, bom, misil, dan polusi suara. Ini semua telah menjadi sumber ketidaknyamanan yang konstan.
Seluruh dunia harus segera turun tangan untuk menghentikan kejahatan ini. PBB harus bekerja untuk menghentikan pengepungan Israel dengan mengajukan tuntutan terhadapnya ke Pengadilan Kriminal Internasional, mencabut pengepungan yang menyesakkan di Jalur Gaza, dan meruntuhkan tembok di sekitarnya yang menjadikannya penjara terbuka.
Sumber :
https://daysofpalestine.ps/distress-call-gaza-faces-a-comprehensive-water-disaster/
https://daysofpalestine.ps/gaza-siege-an-ongoing-crime/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.







