Sebanyak 70 siswa dari berbagai sekolah di Jalur Gaza mempresentasikan proyek elektronik mereka di Gaza Lovers Foundation Malaysia, di Kota Gaza. Kegiatan ini berlangsung saat peresmian Pusat Kebudayaan Malaysia, bekerjasama dengan sekolah-sekolah, menyelenggarakan pameran “Inovasi Elektronik dan Kecerdasan Buatan” pada Minggu (4/12). Pejabat dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, kepala sekolah, juga direktur pusat dan lembaga yang peduli dengan aspek teknologi, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pameran yang akan berlangsung selama dua hari ini merupakan hasil karantina selama 3 bulan bagi para siswa SMP dan SMA yang berbakat di bidang teknologi dan kecerdasan buatan. Mereka menciptakan proyek selevel mahasiswa, di bawah pengawasan 10 orang insinyur, juga spesialis kecerdasan buatan dari universitas dan pemilik perusahaan teknologi. Para siswa menciptakan 18 proyek teknologi, bersaing untuk meraih posisi pertama dalam kompetisi, dengan para insinyur dan spesialis di Gaza, dengan spesialis dari Malaysia sebagai jurinya.
Alaa Mansour, Director of Gaza Programs di Gaza Lovers Foundation Malaysia mengatakan, pameran ini menghasilkan inovasi khas yang tidak asing lagi bagi rakyat Palestina dan anak-anak, meski dalam keadaan pengepungan dan perang silih berganti di Jalur Gaza. Dia menambahkan bahwa proyek ini lahir dengan dukungan dari pemerintah dan rakyat Malaysia, yang percaya terhadap perjuangan Palestina dalam melawan pendudukan dan usaha meraih kemerdekaan. Dukungan tanpa syarat untuk rakyat Palestina melalui Gaza Lovers Foundation Malaysia dan Pusat Kebudayaan Malaysia bertujuan untuk memberdayakan dan merangkul bakat putra-putri Gaza.
Samir Madoukh, Wakil Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi, berkata: “Dengan proyek semacam itu, kami menciptakan realitas baru di bidang pendidikan. Membangun individu Palestina dan mengembangkan keterampilannya adalah dasar untuk mewujudkan revolusi teknis.” Madoukh menekankan bahwa ahli di bidang teknis mampu menembus blokade dan menjangkau dunia melalui teknologi dan kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa dasar untuk terus berkembang dan mengikuti perkembangan teknologi global adalah sumber daya manusia yang berkualitas.
Para siswa, arbiter, dan pengawas yang berpartisipasi juga diberi penghargaan atas upaya mereka dalam menyukseskan proyek tersebut. Pemenang kompetisi akan diumumkan dan dipresentasikan besok sore di Yayasan Gaza Lovers Foundation Malaysia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








