Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian memburuk. Pada Juni lalu, lebih dari 5.800 anak Palestina terdiagnosis mengalami malnutrisi, termasuk lebih dari 1.000 kasus gizi buruk akut yang membutuhkan perawatan darurat, menurut laporan UNICEF. Jumlah ini menandai peningkatan untuk bulan keempat berturut-turut, dari 2.068 anak pada Februari menjadi 5.870 anak pada Juni.
UNICEF memperingatkan bahwa “tubuh anak-anak mulai menyusut” dan menyebut situasi ini bukan sekadar krisis gizi, melainkan darurat kelangsungan hidup anak. Lembaga ini mendesak pengiriman bantuan kemanusiaan secara cepat dan besar-besaran, serta menyerukan gencatan senjata permanen untuk menyelamatkan nyawa anak-anak di Gaza.
Sejak Oktober 2023, sedikitnya 67 anak telah meninggal akibat kelaparan, menurut data Kantor Media Pemerintah di Gaza. Lebih dari 650.000 anak di bawah usia lima tahun kini terancam mengalami malnutrisi berat dan mengancam jiwa akibat blokade total Israel yang telah berlangsung lebih dari 100 hari, memperparah krisis kemanusiaan yang sudah parah.
Pihak berwenang di Gaza menegaskan bahwa Israel secara sengaja menjalankan taktik kelaparan massal, dengan menghalangi masuknya bahan pangan seperti tepung, susu formula, serta pasokan medis dan nutrisi penting. Saat ini, sekitar 1,25 juta penduduk Gaza hidup dalam kondisi kelaparan yang sangat parah, sementara 96% populasi—termasuk lebih dari satu juta anak—mengalami kerawanan pangan akut.
“Kelaparan kini membunuh mereka yang tidak terbunuh oleh bom,” demikian pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza, yang menggambarkan pengepungan ini sebagai salah satu bentuk hukuman kolektif paling ekstrem dalam sejarah modern. Mereka juga menyatakan bahwa dunia internasional harus segera bertindak, karena “ini bukan pilihan, ini soal hidup atau mati.”
Sejak 7 Oktober 2023, militer Israel terus melancarkan serangan brutal ke Jalur Gaza, membunuh lebih dari 58.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak. Serangan tanpa henti ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur Gaza, tetapi juga memicu kelangkaan pangan dan wabah penyakit.
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di Gaza.
Sumber:
https://www.#/20250713-over-5800-children-diagnosed-with-malnutrition-in-gaza-in-june-unicef/
https://www.#/20250712-67-children-starved-to-death-in-gaza-since-october-2023-as-israeli-blockade-enters-103rd-day/








