Adara Relief International telah menyalurkan bantuan makanan siap saji untuk 3.000 warga Palestina yang berada di Rafah, Gaza Selatan pada Rabu, (27/12).

Serangan Israel di Jalur Gaza masih berlanjut dan telah memasuki hari ke-146. Jumlah korban tewas di Gaza telah meningkat menjadi 30,365 orang ditambah dengan 70.325 luka-luka sebagai hasil dari agresi kejam Israel terhadap jalur yang terkepung tersebut, demikian laporan Kementerian Kesehatan di Gaza.
Puluhan ribu rumah warga Gaza hancur dan rusak parah termasuk rumah sakit, masjid dan gereja akibat serangan udara dan darat yang tiada henti. Tentara Israel juga mengusir secara paksa ribuan warga dari Gaza Utara ke Gaza Tengah dan Selatan sehingga terjadi kepadatan pengungsi di wilayah ini.
Saat ini, bantuan makanan siap saji menjadi salah satu prioritas utama Adara. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pangan harian mereka terlebih saat ini banyak kasus anak-anak Gaza meninggal dunia karena memakan roti yang terbuat dari pakan ternak.
Baca juga
Menurut Ketua Divisi Penyaluran Adara Relief International Nurul Fitriani, kebutuhan akan makanan pokok di Gaza semakin meningkat seiring dengan krisis kelaparan yang melanda seluruh Jalur Gaza.
“Distribusi bantuan akan terus berlanjut. Kebutuhan akan obat-obatan, makanan pokok, air bersih, kebutuhan perempuan dan anak semakin meningkat,” tutur Nurul.
Pada situasi ini, Nurul mengatakan Adara akan mendistribusikan bantuan ke kamp pengungsian secara bertahap dan terus berlanjut terutama di wilayah Khan Yunis, Rafah Gaza Selatan dan Deir Balah Gaza Tengah.
“Adara akan terus mendistribusikan bantuan yang menjadi kebutuhan mendesak saat ini di Jalur Gaza terutama Gaza Selatan dan Gaza Tengah.” Ucap Nurul.





Terima kasih Sahabat Adara dan seluruh masyarakat yang telah mengirimkan bantuan untuk warga gaza melalui Adara Relief International. Kami terus mengajak seluruh Masyarakat Indonesia untuk bergerak menggalang dukungan dan donasi dari berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga Gaza di tengah krisis kemanusiaan hingga mereka bisa bangkit kembali.








