Sejumlah siswa pada Rabu (30/11) mengalami lemas akibat semburan gas air mata tentara Israel di kamp pengungsi al-Arroub, utara Hebron, menurut sumber setempat. Mereka mengatakan bahwa sejumlah siswa yang terdaftar di sekolah menengah setempat mengalami lemas akibat menghirup gas air mata setelah tentara Israel membubarkan paksa demonstrasi di kamp pengungsi di Tepi Barat selatan.
Unjuk rasa itu bertujuan untuk memprotes pembunuhan lima warga Palestina dalam waktu kurang dari 24 jam di Tepi Barat sehari sebelumnya (29/11). Salah satu dari lima orang Palestina, seorang penduduk kota Beitunia, meninggal karena luka yang dideritanya setelah ditembak oleh tentara Israel di pintu masuk utara ke al-Bireh setelah tentara melakukan pengejaran mobil.
Empat warga Palestina lainnya yang terbunuh diidentifikasi sebagai Raed Na’ssan, ditembak mati dengan tembakan langsung tentara Israel di Desa al-Mughayyir, timur Kota Ramallah, dua bersaudara Jawad Rimawi (22) dan Thafer Rimawi (21), yang tewas dalam serangan ke Desa Kafr Ein, barat laut Ramallah, kemudian Mufeed Ikhlil (44), yang tewas akibat luka peluru militer Israel di kepala saat serangan subuh di Kota Beit Ummar, utara Hebron.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








