Yoav Gallant, mantan Menteri Pertahanan Israel, menyatakan bahwa Israel akan melakukan kesalahan jika kembali berperang untuk menghancurkan Hamas sebelum memastikan kembalinya para sandera Israel.
Dalam penampilan publik pertamanya di Amerika Serikat, Gallant menyinggung fase kedua dari kesepakatan pertukaran tawanan dengan Hamas. “Ada urutan yang harus diikuti: mengembalikan para sandera terlebih dahulu, baru kemudian mencapai tujuan perang,” katanya.
“Saya adalah orang terakhir yang akan menentang penghancuran total Hamas, tetapi jika kita mengeliminasi Hamas sebelum mengembalikan para sandera, maka kita tidak akan memiliki sandera yang dapat dikembalikan,” tambahnya.
Gallant menekankan bahwa meskipun Israel tidak ingin terus berperang melawan Hamas selamanya, konflik ini kemungkinan akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
Pernyataannya muncul di tengah tuntutan baru dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelum melanjutkan ke fase kedua pembicaraan gencatan senjata dengan Hamas. Fase pertama kesepakatan gencatan senjata berakhir pada Sabtu lalu.
Sementara itu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant terkait tindakan mereka dalam perang di Gaza. Namun, Amerika Serikat belum setuju untuk mematuhi keputusan ICC tersebut.
Hamas menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk membebaskan para sandera Israel adalah melalui negosiasi dan penghentian perang di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








