• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Fakta di Balik Deklarasi Balfour dari Perspektif Yahudi Anti-Zionis

by Adara Relief International
November 8, 2021
in Artikel, Berita Kemanusiaan, Tema Populer
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Fakta di Balik Deklarasi Balfour dari Perspektif Yahudi Anti-Zionis
38
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Fakta di Balik Deklarasi Balfour dari Perspektif Yahudi Anti-Zionis – Deklarasi Balfour dikenal sebagai teks yang berisi janji Inggris untuk mendirikan “Rumah Nasional” bagi Yahudi di tanah Palestina. 

Teks deklarasi ini dibuat selama periode Perang Dunia ke-1 (1914 — 1918) dan disahkan 104 tahun yang lalu tepatnya pada 2 November 1917. Teks Deklarasi Balfour berbentuk surat dari Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Arthur Balfour, yang ditujukan kepada Lionel Walter Rothschild, seorang tokoh Yahudi-Inggris. Ratusan tahun berlalu, namun masih banyak fakta-fakta tersembunyi di balik teks ini yang satu per satu mulai terungkap seiring berjalannya waktu.

 

Teks Deklarasi Balfour

Sumber : Haretz

 

Salah satu fakta menarik terungkap dari penemuan surat-surat yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Israel yang terletak di Al Quds. Surat-surat tersebut ditemukan oleh Kurator Koleksi Israel di Perpustakaan Nasional, Dr. Hezi Amiur. Ia menyebut temuannya tersebut sebagai “Harta karun besar”. Surat-surat tersebut merupakan korespondensi menarik antara Sir Philip Magnus, seorang anggota parlemen Inggris-Yahudi, dengan pemerintah Inggris dan tokoh-tokoh lainnya yang terlibat dalam perancangan teks Deklarasi Balfour.

Amiur mengatakan bahwa surat tersebut merupakan rantai korespondensi dan pembicaraan yang dilakukan oleh sejumlah tokoh Inggris dan Yahudi yang membicarakan versi final dari Deklarasi Balfour. Sepanjang tahun 1917, berbagai draf dan rumusan teks berpindah dari tangan satu ke tangan lainnya sebelum versi finalnya disahkan. Pada awalnya, Inggris tidak memberikan respon positif terhadap permintaan Zionis tersebut. Bahkan hingga Oktober 1917, draft yang dikirimkan ke sejumlah pemimpin Yahudi – termasuk Magnus – sama sekali tidak menyebutkan upaya Yahudisasi di seluruh wilayah Palestina.

Salinan Teks Asli Deklarasi Balfour di Museum Israel

Sumber : Haretz

Akan tetapi, bagi Amiur, draft Oktober ini cukup penting dan menarik. Pada draft ini, Amiur menandai kalimat “Pemerintahan mendukung pendirian Rumah Nasional untuk Ras Yahudi di Palestina.” Menurut Amiur, penggunaan istilah “Rumah Nasional” oleh Inggris bukanlah tanpa alasan. Inggris tidak menggunakan istilah “Negara” seperti yang diinginkan oleh Zionis karena memiliki maksud tertentu. Istilah “Rumah Nasional” digunakan dengan tujuan untuk menciptakan ketidakjelasan tentang tujuan negara itu sendiri.

Seorang ahli politik Israel, Dr. Shlomo Avineri juga menggarisbawahi istilah “Ras Yahudi” yang digunakan dalam teks ini. Ia mengatakan bahwa istilah “Ras” pada abad ke-19 memiliki makna netral yang setara dengan “Rakyat”. Akan tetapi, makna tersebut menjadi berkonotasi negatif sekitar pertengahan abad ke-20. Menurut Avineri, hal itulah yang menjadi sebab istilah “Ras Yahudi” diganti menjadi “Orang Yahudi” pada versi terakhir teks ini. Tujuannya yaitu agar bahasa yang digunakan dalam teks tersebut tidak dianggap anti-semit.

Bagaimanapun juga, di dalam surat tersebut, Magnus terkesan tidak terlalu menyukai rancangan teks yang dikirimkan kepadanya. Ia mengatakan, “Saya tidak setuju bahwa orang-orang Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah bangsa. Sebuah ‘Rumah Nasional’ untuk ‘Ras Yahudi’ bagi saya tampaknya tidak diinginkan dan  tidak akurat secara inferensial.” Lebih lanjut, Magnus meyakini bahwa tidak semua Yahudi memiliki aspirasi yang sama. Ia menganggap bahwa satu-satunya hal yang menjadi kesamaan setiap orang Yahudi hanyalah agama mereka, sehingga orang Yahudi tidak dapat dikatakan sebagai entitas politik, apalagi sebagai sebuah ras maupun bangsa.

Magnus juga memperingatkan pemerintah Inggris bahwa Yahudi sebenarnya sama sekali tidak memiliki hak atas “Rumah Nasional” yang dijanjikan tersebut. Magnus mengatakan bahwa Zionis hanyalah gerakan baru yang muncul akibat orang-orang Yahudi di Rusia tidak diberikan hak yang sama dan tidak diizinkan untuk menjalankan kebiasaan agama mereka. Janji Inggris untuk membangun “Rumah Nasional” bagi Yahudi menurut Magnus dapat ditafsirkan sebagai dukungan dari Inggris untuk mengalihkan pemerintahan wilayah Palestina ke tangan Yahudi, yang pastinya akan menimbulkan peperangan.

Lebih lanjut, Magnus meminta kepada pemerintah Inggris untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan orang-orang Arab Palestina yang sudah sejak lama tinggal di wilayah tersebut. Segala hal harus dipertimbangkan dan didiskusikan untuk menjaga keseimbangan antara umat Islam, Kristen, dan Yahudi. Dalam hal ini, Magnus gagal untuk meyakinkan pemerintah Inggris, namun pemerintah tetap mengabulkan satu permintaannya yaitu agar hak-hak sipil umat Yahudi di negara lain tidak akan dilanggar dengan didirikannya “Rumah Nasional”.

Permintaan dari Magnus tersebut berasal dari ketakutan yang juga dirasakan oleh Edwin Samuel Montagu, seorang politisi Inggris-Yahudi yang diangkat menjadi Menteri Luar Negeri untuk India. Montagu mengungkapkan ketakutannya bahwa apabila “Rumah Nasional” telah diberikan kepada Yahudi, maka ia khawatir bangsa-bangsa di seluruh dunia akan mengusir orang-orang Yahudi dari tempat mereka tinggal dan melanggar hak-hak mereka dengan dalih Yahudi telah memiliki “Rumah Nasional”. Umat Yahudi akan dianggap sebagai orang asing dan diusir dari tempat mereka tinggal karena dipaksa untuk pindah ke “Rumah” mereka.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Kekhawatiran ini bahkan membuat Montagu berani untuk mengirim sebuah memorandum kepada pemerintah Inggris pada 23 Agustus 1917. Ia berusaha sebisa mungkin untuk mencegah Deklarasi Balfour diterbitkan, bahkan menyebut deklarasi tersebut sebagai anti-semit. Montagu menganggap bahwa dokumen tersebut akan membahayakan, baik itu bagi Yahudi, dan terutama bagi muslim Palestina.

Montagu mengatakan, “Saya khawatir protes saya datang terlambat. Tetapi saya merasa bahwa sebagai satu-satunya menteri Yahudi di Pemerintahan, saya mungkin diberikan oleh rekan-rekan saya kesempatan untuk mengungkapkan pandangan yang mungkin aneh bagi diri saya sendiri, tetapi yang saya pegang sangat kuat dan harus saya ungkapkan jika memiliki kesempatan dan kemampuan.”

Akan tetapi, pada akhirnya suara-suara yang kontra terhadap Deklarasi Balfour tersebut tidak didengar sama sekali. Deklarasi Balfour tetap disahkan pada 2 November 1917 dan kini naskah deklarasi tersebut disimpan di British Library di London. Hingga kini, Deklarasi Balfour tetap diingat sebagai salah satu awal mula penjajahan yang dilakukan Israel di tanah Palestina yang masih berlangsung hingga detik ini.

 

Sumber :

https://www.haaretz.com/israel-news/.premium-the-politics-behind-the-drafting-of-the-balfour-declaration-1.5457471

https://www.haaretz.com/opinion/.premium-britain-s-true-motivation-behind-the-balfour-declaration-1.5462518

https://www.aljazeera.com/features/2018/11/2/more-than-a-century-on-the-balfour-declaration-explained

https://interactive.aljazeera.com/aje/2017/behind-balfour/index.html

https://www.timesofisrael.com/guardian-backing-balfour-declaration-among-papers-worst-errors-of-judgment/

https://www.middleeasteye.net/news/balfour-declaration-dissected-67-words-changed-world

 

Salsabila Safitri

ShareTweetSendShare
Previous Post

Parlemen Inggris Menyampaikan Solidaritas untuk 6 Tawanan Palestina

Next Post

Peluk Hangat Palestina dengan Uluran Tanganmu

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
22
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Januari 19, 2026
23
Next Post
Peluk Hangat Palestina dengan Uluran Tanganmu

Peluk Hangat Palestina dengan Uluran Tanganmu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630