Solidaritas terhadap Palestina di panggung musik internasional memicu aksi boikot besar-besaran terhadap rangkaian Loop Tour milik Ed Sheeran. Empat musisi pendukung tur tersebut, yakni Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham, secara resmi mengundurkan diri menyusul keputusan kontroversial mendepak rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, dari jajaran penampil tur akibat pernyataan pro-Palestina yang dilontarkannya.
Finneas mengatakan seniman seharusnya tidak mendapat pembungkaman ketika menyuarakan dukungan bagi kelompok yang tertindas. Aaron Rowe juga menyatakan tidak dapat diam ketika suara yang menentang genosida Israel terhadap Palestina mendapat pembungkaman. Ia mengaitkan sikap tersebut dengan sejarah Irlandia mengenai kelaparan, pendudukan, dan kekerasan.
Baca juga: Tentara Israel Ungkap Pembunuhan Sistemik Warga Palestina di Gaza
Band Irlandia Beoga menyatakan keluar dari tur sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai pembungkaman terhadap Macklemore oleh lobi Zionis. Sementara itu, Lukas Graham menegaskan bahwa musisi seharusnya dapat berbicara tentang perang, korban sipil, dan anak-anak yang terdampak.
Macklemore sebelumnya menyerukan “Free Palestine!” saat tampil sebagai pembuka tur Sheeran pada 4 September. Ia kemudian membawakan lagu Hind’s Hall, yang terinspirasi dari Hind Rajab, anak Palestina berusia lima tahun yang terbunuh di Gaza pada 2024.
Pernyataan tersebut memicu dukungan sekaligus kecaman. Kelompok Israeli American Council kemudian membuat petisi agar mengeluarkan Macklemore dari jadwal tur berikutnya. Macklemore mengatakan dirinya dikeluarkan setelah Robert Kraft menggalang pemilik stadion untuk menekan Sheeran.
Sementara itu, Sheeran membantah bahwa keputusan tersebut berasal darinya. Ia mengatakan pencoretan Macklemore merupakan keputusan promotor. Sheeran juga menyatakan memiliki pandangan pribadi mengenai Gaza, tetapi memilih tidak menggunakan platform profesionalnya untuk menyampaikan pandangan politik.
Sumber: MEE








