Pasukan Pendudukan Israel mengawal sekelompok pemukim Israel saat mereka menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Al-Maghariba pada Senin pagi (14/11), Arab48 melaporkan. Dalam sebuah pernyataan, Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania untuk mengawasi tempat-tempat suci di Al-Quds, mengatakan bahwa beberapa pemukim terus melakukan ritual Talmud di dalam dan di gerbang Al-Aqsa, juga melakukan tur yang provokatif.
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Temple Mount” dan mengklaim bahwa Al-Aqsa beridiri di atas situs dua kuil Yahudi pada zaman kuno. Sejak 2003, Israel telah mengizinkan pemukim memasuki kompleks tersebut hampir setiap hari.
Sementara itu, tentara Israel menyerbu Desa Qarawat Bani Hassan dan menebang 2.000 pohon zaitun, juga menyemprotkan racun kimia ke ratusan dunam tanah milik Palestina. Menurut Walikota Ibrahim Assi, tentara menyerbu daerah Al-Awareed, yang berbasis di barat laut Qarawat Bani Hassan, setelah menyatakannya sebagai zona militer tertutup. Serangan itu, tambahnya, menargetkan 300 dunam tanah dan berlangsung selama lima jam, sebelum tentara pergi dengan membawa pohon zaitun yang ditebang.
Serangan-serangan ini terjadi di tengah peningkatan serangan yang nyata oleh para pemukim ekstremis Israel terhadap komunitas Palestina yang rentan di Tepi Barat. Semua pemukim Israel, permukiman dan “pos terdepan” permukiman adalah ilegal menurut hukum internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








