Mulai awal pekan depan, kelompok fanatik Yahudi akan melakukan penyerbuan massal ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem). Para pemimpin Palestina telah menyerukan agar umat Islam tetap menjaga keamanan dan berjaga di masjid setiap saat. Polisi Israel pada Kamis (22/9) telah menahan beberapa warga Palestina, terutama perempuan, di Al-Quds Timur, kemudian melarang mereka memasuki Masjid Al-Aqsa setidaknya selama satu minggu.
Polisi Israel menahan perempuan Palestina, Zeina Amro (58), selama beberapa jam, melarangnya memasuki Masjid Al-Aqsa selama satu minggu. Amro adalah salah satu dari puluhan perempuan Palestina yang berjaga di Masjid Al-Aqsa untuk memastikan pemerintah Israel tidak akan membiarkan kaum Yahudi fanatik menggunakan masjid suci untuk ritual mereka dan membaginya antara orang Islam dan Yahudi.
Polisi juga memanggil Sahar Natsheh dan membawanya ke kantor mereka di Al-Quds Barat. Dia dilarang memasuki kompleks Al-Aqsa selama satu minggu. Ia juga ditahan selama seminggu dan dibebaskan dengan perintah untuk tidak berada di dalam kompleks suci Al-Aqsa selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan ke depan.
Pada saat yang sama, pejabat Palestina mengatakan polisi Israel yang ditempatkan di gerbang menuju kompleks Al-Aqsa mencegah jamaah Muslim memasukinya tanpa memberikan alasan atas tindakan mereka. Namun, para pengamat mengatakan bahwa ketika itu kelompok fanatik Yahudi yang dipimpin oleh anggota parlemen Israel sayap kanan ekstrem dan dikenal rasis, Itamar Ben Gvir, ingin melakukan tur mereka ke situs suci tanpa gangguan apa pun.
Kelompok ultranasionalis Yahudi telah meminta pengikut mereka untuk hadir secara massal di Al-Aqsa selama Tahun Baru Yahudi yang akan datang, juga pada hari libur Sukkot berikutnya. Beberapa kelompok bahkan menyerukan untuk meniup Shofar, terompet yang digunakan selama ritual keagamaan Yahudi, di dalam halaman kompleks al-Aqsa.
Hal tersebut melanggar persyaratan dan kesepakatan yang menyatakan bahwa nonmuslim tidak diizinkan mengadakan ritual keagamaan apa pun selama kunjungan mereka ke tempat suci Isam. Namun, Israel tidak menghormati kesepakatan yang dicapai dengan Yordania, penjaga tempat-tempat keagamaan muslim di Al-Quds.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








