Ribuan warga Maroko memprotes normalisasi dengan Israel di beberapa kota pada Sabtu (24/12), bertepatan dengan peringatan kedua sejak Rabat melanjutkan hubungan diplomatiknya dengan Tel Aviv. Front Maroko dalam Mendukung Palestina dan Menentang Normalisasi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa protes ini bermaksud untuk menentang perjanjian normalisasi dengan Israel. Menurut pernyataan itu, para pengunjuk rasa menyatakan dukungan tanpa syarat mereka untuk perlawanan Palestina. Para pengunjuk rasa mengangkat plakat yang menegaskan dukungan untuk Masjid Al Aqsa dan keterikatan mereka dengannya.
Kota-kota yang menjadi saksi protes antara lain; Berkane, Oujda, Meknes, Casablanca, Khouribga, El Jadida, Beni-Mellal, Tangier, Errachidia, Agadir, Taza, Safi, dan Mohammedia. Menurut pernyataan tersebut, protes ini mewakili pembaharuan dari penolakan mutlak rakyat Maroko terhadap normalisasi dengan entitas Zionis.
Pada 10 Desember 2020, Israel dan Maroko mengumumkan dimulainya kembali hubungan diplomatik mereka setelah ditangguhkan pada tm2000. Pemerintah Maroko menandatangani deklarasi bersama dengan Israel dan Amerika Serikat selama kunjungan pertama delegasi resmi Israel-Amerika ke ibu kota, Rabat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








