fbpx

Dukung Palestina, KPIQP Galang Bantuan

Normalisasi hubungan yang dilakukan UEA dan Bahrain terhadap Israel beberapa waktu lalu, telah mencederai Palestina. Tidak hanya merasa ditikam dari belakang oleh sesama bangsa Arab, tetapi juga membuat Palestina teralienasi dari dunia Arab. Persoalan okupasi Israel terhadap Palestina seolah kini hanya dianggap sebagai permasalahan Palestina sendiri.

Namun anggapan tersebut tidaklah benar, sebab urusan Palestina menyangkut urusan seluruh umat Islam dunia. Oleh karena itu, sebagai wujud dukungan yang kuat untuk Palestina, 10 organisasi masyarakat dan lembaga perempuan Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP) mengadakan munashoroh untuk Palestina secara daring.

Acara ini diisi dengan orasi, pembacaan puisi dan surat cinta untuk Palestina dari 10 ketua Ormas perempuan yang tergabung dalam KPIQP, yakni Adara Relief International, Salimah (Persaudaraan Muslimah), Muslimat Al Washliyah, Wanita Al-Irsyad, Wanita Islam, Muslimat Mathla’ul Anwar, PP. IGRA, Muslimat Dewan Dakwah Indonesia, Wanita PUI dan Wanita PERTI.

Nurjanah Hulwani, S.Ag., M.E., selaku Ketua KPIQP dalam sambutannya mengingatkan bahwa momentum terbentuknya KPIQP pada 17 Agustus 2020 lalu adalah sebagai pengingat tentang Palestina yang belum juga merdeka. Ia juga menuturkan bahwa kita tidak bisa membiarkan Palestina berjuang sendirian karena kemerdekaan Palestina menjadi kewajiban seluruh umat Islam karena adanya masjid Al Aqsa di dalamnya yang merupakan kiblat pertama umat Islam. “Kita membantu palestina bukan karena kedhuafaan mereka tapi karena tanggung jawab kita sebagai umat Islam,” demikian tuturnya sebagai penutup dalam acara yang dihadiri oleh 500 orang peserta itu.

Meski dilaksanakan secara daring, namun acara munashoroh ini dapat berlangsung secara khusyuk dan hikmat. Para pesertapun dilanda keharuan saat melihat tayangan video yang disuguhkan oleh KPIQP tentang penderitaan anak dan perempuan Palestina dalam memperjuangkan Palestina. Acara yang berlangsung selama dua jam ini berhasil menghimpun donasi sebesar Rp265 juta.

“Berbicara tentang peran perempuan sudah ada banyak pertanyaan, bahkan sejak jaman Shahabiyah seperti di Kisah Ummu Amaroh”, ungkap Ketua Adara dalam orasinya.

Ketua Adara Relief International, Sri Vira Chandra, berkesempatan untuk menyampaikan orasi dalam “Munasoroh Palestina” bersama 10 ketua organisasi masyarakat lainnya. Acara ini bertema ‘Napak Tilas Peran Perempuan Pembebas Al Quds’ yang diselenggarakan oleh KPIQP (Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina) pada Sabtu (3/10).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas