Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Otoritas Palestina pada hari Minggu (3/7) mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri Haifa untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Saadia Farajallah yang meninggal karena kelalaian medis di Penjara Damon Israel. Pihak Administrasi Penjara Israel menyatakan ia wafat pada hari Sabtu (2/7) oleh.
Saadia Matar Farajallah adalah seorang ibu dari 8 orang anak dan berusia 68 tahun yang berasal dari kota tua Hebron, selatan Tepi Barat. Ia adalah tawanan perempuan tertua di penjara penjajah Damon. Dr. Karim Ajwa sebagai perwakilan dari staf hukum komisi mengajukan tuntutan penyelidikan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya dari kematiannya serta penyerahan jenazah kepada keluarganya.
Menurut Direktur Palestinian Prisoners Club di Hebron, Amjad Al-Najjar, tawanan Saadia Farajallah menderita beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes, stres dan masalah jantung. Pada hari Selasa lalu (28/6) ia masih menghadiri sesi pengadilannya dengan kursi roda. Pengacara Saadia telah menuntut agar Administrasi Penjara Israel harus membawanya ke dokter spesialis karena kesehatannya yang terus memburuk.
Pasukan Israel menangkap Saadia Matar pada 18 Desember 2021. Ketika itu mereka memukulinya di dekat Masjid Ibrahimi, kota Hebron, karena mendapat dugaan berusaha melakukan serangan penikaman. Hal tersebut menyebabkan perempuan lansia itu pingsan lalu dibawa ke klinik penjara Damon.
Baca juga “Pengabaian Medis Tawanan Palestina Pengidap Kanker” di sini
Seperti ribuan tawanan lainnya, Farajallah yang sudah berusia lanjut menghadapi kondisi penahanan yang keras. Ia mengalami penyerangan dan turut mendapat kebijakan yang menargetkan tawanan secara fisik dan psikologis. Administrasi penjara Israel memperlakukan tawanan perempuan dengan buruk. Mereka mengisolasi para tawanan di sel yang tidak layak, melarang mereka tidur selama berjam-jam, mengintimidasi, dan tidak memperhatikan keadaan mereka.
Farajallah merupakan orang Palestina ke-230 yang tewas saat berada di penjara dan salah satu dari 29 tawanan politik perempuan Palestina di penjara Israel Damon, dekat Haifa. Maison Musa merupakan tawanan terlama, dari Betlehem, yang telah masuk penjara sejak 2015 dan menjalani hukuman 15 tahun.
Sumber:
https://www.alaraby.co.uk/politics/استشهاد–الأسيرة–الفلسطينية–سعدية–فرج–الله–في–سجون–الاحتلال
https://www.aljazeera.com/news/2022/7/3/palestinian-elderly-female-prisoner-dies-in-israeli-prisons
https://english.wafa.ps/Pages/Details/129932
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








