Dua warga Palestina gugur pada Selasa (18/03) akibat agresi yang terus berlanjut oleh tentara pendudukan Israel (IOF) di Tepi Barat yang diduduki, bersamaan dengan operasi penghancuran rumah dan pengusiran paksa di Kamp Pengungsi Jenin, Nur Shams, dan Tulkarem.
Sumber medis mengumumkan bahwa Khaled Saleh Qaraan (25 tahun) terbunuh akibat tembakan Israel selama penggerebekan IOF di lingkungan Kfar Saba, Qalqilya, pada Selasa (18/03) dini hari. Tiga warga lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.
Menurut sumber lokal, Khaled Qaraan seharusnya melangsungkan pernikahannya setelah Idulfitri, tetapi pasukan khusus Israel menyerang sebuah kafe di lingkungan Kfar Saba dan menembaknya hingga terbunuh di tempat.
Sementara itu, mantan tawanan yang terluka, Kazem Zawahra, gugur hanya beberapa pekan setelah pembebasannya dalam kesepakatan pertukaran tawanan Gaza. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Al-Hussein di Betlehem, setelah sebelumnya terluka parah akibat tembakan Israel setahun lalu yang menargetkan ia dan saudara laki-lakinya, Muhammad Zawahra dan Ahmad Al-Wahsh, dalam sebuah serangan perlawanan di dekat Al-Quds yang diduduki.
Pada waktu yang sama, tank-tank Israel menyerbu Kota Jenin dan kamp pengungsinya di Tepi Barat utara. Sumber lokal melaporkan bahwa IOF berpatroli di jalan-jalan kota, mengambil posisi di sepanjang jalan utama yang memisahkan kamp dari kota, serta menyerbu beberapa rumah dan mengusir paksa penghuninya.
Komite media di Kamp Jenin melaporkan bahwa sejak awal agresi yang sedang berlangsung, otoritas Israel telah mengeluarkan perintah untuk menyita tanah sekitar 500 dunum atau 500.000 meter persegi dan telah mengevakuasi 3.200 rumah di kamp, menyebabkan pengungsian 21.000 warga.
Agresi Israel terhadap Jenin dan kampnya telah berlangsung selama 57 hari berturut-turut, dengan eskalasi operasi penghancuran dan pembuldoseran.
Di sisi lain, pasukan Israel memaksa penduduk daerah Jabal al-Salihin di Kamp Nur Shams, timur Tulkarem, untuk meninggalkan rumah mereka sebagai bagian dari agresi militer di kota tersebut. Otoritas Israel sebelumnya mengumumkan niat mereka untuk menghancurkan puluhan rumah di sana.
Agresi Israel terhadap Kota Tulkarem telah berlangsung selama 51 hari berturut-turut, sementara kamp Nur Shams mengalami serangan selama 38 hari berturut-turut. Akibat agresi ini, sebanyak 74 warga Palestina gugur, sekitar 40.000 warga terpaksa mengungsi, infrastruktur hancur, dan banyak rumah warga diratakan dengan tanah.
Selain pembunuhan dan pengusiran paksa, IOF juga melakukan penangkapan besar-besaran di seluruh Tepi Barat pada Senin malam dan Selasa pagi. Menurut sumber lokal, pasukan Israel menyerbu dan menggeledah sejumlah rumah serta menculik sedikitnya 17 warga Palestina dalam penggerebekan di wilayah timur Kota Nablus.
IOF juga menyerbu Kamp Pengungsi Askar dan Balata di Nablus serta menyerang tiga warga, termasuk seorang perempuan. Selain itu, mereka menggerebek daerah al-Jabel ash-Shamali di Kota Nablus dan sebuah gedung di Jalan Baikar.
Di Qalqilya, selain membunuh Khaled Qaraan dan melukai tiga warga lainnya di sebuah kafe, IOF juga menculik dua warga dalam serangan tersebut. Penangkapan serupa terhadap lima lainnya juga terjadi di Tubas, Salfit, dan kota Far’un di selatan Tulkarem.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








