Pasukan pendudukan Israel terus mengintimidasi dan meneror warga Palestina di Gaza meskipun perjanjian gencatan senjata telah berlaku sejak 19 Januari, menurut organisasi Euro-Mediterranean Human Rights Monitor.
Para peneliti di Euro-Med mendokumentasikan penggunaan drone quadcopter Israel yang menyiarkan ancaman rekaman kepada penduduk Gaza. Pesan-pesan tersebut memperingatkan akan adanya pengusiran dan kehancuran lebih lanjut, dengan salah satu pernyataan mengancam yang berbunyi,”Jika kalian tidak bangun dari tidur, mereka akan membawa Nakba kedua dan ketiga kepada kalian.”
Nakba (Malapetaka) tahun 1948 mengakibatkan pembersihan etnis terhadap 800.000 warga Palestina dari tanah mereka, seiring dengan berdirinya negara pendudukan di Palestina. Sejak saat itu, sekitar 530 kota dan desa Palestina telah dihapus dari peta oleh rezim pendudukan Israel.
Perjanjian gencatan senjata telah berlaku di Gaza sejak 19 Januari, menghentikan agresi genosida Israel yang telah membunuh lebih dari 48.200 warga Palestina—sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak—serta menghancurkan wilayah tersebut hingga porak-poranda.
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Negara pendudukan itu juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya terhadap warga Palestina di wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








