Dokter Hussam Abu Safia, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, dilaporkan mengalami penyiksaan berat dan perlakuan tidak manusiawi selama dalam tahanan militer Israel sejak penangkapannya pada Desember 2023. Keluarganya menyatakan bahwa dokter berusia 51 tahun tersebut telah kehilangan 30 kilogram berat badan dan menderita kondisi kesehatan yang sangat kritis.
Menurut pengacaranya dari Al Mezan Center for Human Rights, Samir al-Mana’ama, Abu Safia ditangkap secara paksa oleh tentara Israel dari rumah sakit, diborgol, dan dipaksa menanggalkan pakaiannya sebelum dibawa ke kamp tahanan militer Sde Teiman di Gurun Negev, yang dikenal sebagai pusat penyiksaan ekstrem. Ia kemudian dipindahkan ke Penjara Ofer dekat Ramallah pada 9 Januari dan ditempatkan dalam sel isolasi selama 25 hari.
Selama lebih dari sebulan penahanan awal, Abu Safia tidak diberikan akses ke penasihat hukum, serta mengalami interogasi terus-menerus oleh tentara, intelijen, dan polisi Israel. Ia juga dipukuli dengan tongkat listrik, meski Israel membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Menurut pengacaranya, “tidak ada pembenaran hukum” atas penangkapan tersebut, karena tidak ada bukti yang sah yang mendukung dakwaan terhadapnya.
Abu Safia menderita pembesaran otot jantung dan tekanan darah tinggi, tetapi tidak mendapat perawatan medis. Ia ditahan dalam sel yang sangat dingin, tanpa obat-obatan, makanan yang cukup, atau kondisi sanitasi yang layak. Kombinasi dari kekerasan fisik dan pengabaian medis ini telah memperburuk kondisi kesehatannya secara drastis.
Dokter ini dikenal karena mendokumentasikan dampak serangan Israel terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan selama blokade brutal di Gaza utara. Ia ditangkap setelah menolak berbagai ancaman militer Israel untuk meninggalkan rumah sakit.
Anaknya, Elias, menyerukan kepada komunitas internasional agar segera campur tangan untuk menyelamatkan ayahnya “sebelum terlambat”. Pada Senin, Abu Safia dianugerahi Nizar Banat Award 2025 oleh kelompok Lawyers for Justice sebagai penghormatan atas perjuangannya dalam membela hak asasi manusia.
Menurut laporan Al Jazeera, Abu Safia adalah satu dari ratusan tenaga medis Gaza yang telah ditangkap dan “dihilangkan secara paksa” oleh militer Israel. Banyak dari mereka dibawa ke fasilitas penahanan rahasia, dan nasib mereka masih belum diketahui. PBB menyebut ribuan warga Palestina telah menjadi korban penghilangan paksa sejak dimulainya agresi di Gaza.
Sumber:
https://www.aljazeera.com/news/2025/2/12/gaza-hospital-chief-abu-safia-tortured-in-israeli-jail-lawyer
https://www.aljazeera.com/news/liveblog/2025/7/2/live-trump-says-israel-agrees-to-finalise-60-day-ceasefire-in-gaza








