Kepala sayap urusan Al-Quds (Yerusalem) Hamas, Haroun Nasiruddin mengatakan bahwa meningkatnya penodaan Masjid Al-Aqsa oleh pemukim Yahudi membutuhkan upaya berlapis dari jamaah Muslim untuk melindunginya.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (21/10), Nasiruddin memperingatkan bahwa pelanggaran pemukim baru-baru ini di Masjid Al-Aqsa, terutama selama hari raya Yahudi, ditujukan untuk memaksakan kenyataan baru di tempat suci Islam tersebut sebagai bagian dari rencana Israel untuk meyahudikan dan mengendalikannya sepenuhnya Masjid Al-Aqsa.
Nasiruddin menyerukan perlunya peningkatan upaya resmi dan populer untuk mempertahankan dan melindungi Masjid Al-Aqsa dari otoritas pendudukan Israel dan kelompok kuil Yahudi yang berencana menghancurkan tempat suci itu dan membangun kuil di tempatnya.
Pejabat Hamas menggambarkan hari raya Yahudi dan acara keagamaan sebagai periode kritis bagi Masjid Al-Aqsa. Mereka juga mengatakan bahwa para pemukim Yahudi meningkatkan praktik keagamaan provokatif mereka di halaman Masjid Al-Aqsa selama perayaan tersebut sebagai awal dari rutinitas ritual mereka.
Ia mendesak jamaah Muslim untuk mengintensifkan kehadiran mereka di Masjid Al-Aqsa setiap saat dan menekankan bahwa warga Palestina di Tepi Barat, Al-Quds (Yerusalem), dan Palestina yang Diduduki sejak 1948, memiliki peran penting dalam melindungi Masjid Al-Aqsa serta tempat suci Palestina lainnya dari penodaan dan Yahudisasi.
Dalam konteks terkait, ratusan pemukim Yahudi ekstremis pada Senin (21/10) menodai halaman Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki untuk menandai hari kelima libur Sukkot.
Administrasi Wakaf Islam di kota suci itu mengatakan bahwa 1.780 pemukim menodai Masjid Al-Aqsa dalam berbagai kelompok di bawah pengawalan polisi pada pagi dan sore hari.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








