JAKARTA-Di Jalur Gaza, bisa makan dua atau tiga kali sehari telah menjadi kemewahan yang nyaris mustahil terpenuhi. Genosida telah membuat makanan menjadi kebutuhan dasar yang sangat langka di Gaza, sebab Israel terus-menerus menutup perbatasan dan menghalangi bantuan pangan yang hendak memasuki Gaza. Untuk menjawab kebutuhan warga Gaza akan pangan, pada 23 Oktober 2025, Sahabat Adara mengirimkan bantuan bahan makanan pokok melalui Adara Relief International yang menjangkau 300 orang di Gaza utara, Sabrah, dan Tel Hawa.

Kelaparan merupakan masalah yang sangat serius di Gaza, sebab kelaparan yang terjadi bukan disebabkan oleh bencana alam atau hal-hal eksternal lainnya, melainkan bentuk penyiksaan yang disengaja oleh pasukan Israel untuk membunuh warga Gaza secara perlahan. Sejak awal Oktober 2023 hingga 2025, sedikitnya 122 kematian akibat kelaparan telah tercatat di Gaza, termasuk 83 anak-anak, berdasarkan data dari Otoritas Kesehatan Gaza.
Kelaparan parah telah menimbulkan malnutrisi pada banyak warga Gaza, terutama anak-anak. Malnutrisi pada bayi dan anak-anak tidak bisa disepelekan, sebab akan mempengaruhi fisik dan kognitif mereka hingga dewasa, bahkan hingga generasi selanjutnya. Upaya Israel untuk menciptakan kelaparan yang meluas di Gaza bukan hanya sekedar pembunuhan, tetapi juga merupakan salah satu cara untuk merusak generasi di Gaza.

Menyadari bahwa bantuan pangan merupakan kebutuhan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza, maka Sahabat Adara bersama Adara Relief International berusaha menjawab kebutuhan tersebut. Pada 23 Oktober 2025, mengirimkan bantuan bahan makanan pokok melalui Adara Relief International berupa minyak, makanan kaleng, dan kebutuhan makanan pokok lainnya. Bantuan ini telah menjangkau 300 orang di Gaza utara, Sabrah, dan Tel Hawa.



Setelah menahan lapar sekian lama, kini ratusan warga Gaza bisa kembali merasakan nikmatnya makan dengan makanan yang layak. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan bahan pokok darimu telah diterima oleh ratusan orang di Gaza. Satu bantuan darimu, bisa membuat seorang ayah bisa menafkahi keluarganya, membuat seorang ibu bisa memasak untuk anak-anaknya, juga mencegah bayi dan anak-anak dari malnutrisi dan kekurangan gizi.








