Bayi Palestina berusia delapan bulan, Rahaf Abu Jazar, meninggal pada Kamis (11/12) pagi akibat cuaca dingin ekstrem di Khan Younis. Ia hidup di tenda darurat yang basah dan tidak layak, bersama ratusan ribu warga Gaza yang terus mengungsi akibat dua tahun genosida Israel.
Hujan deras dan badai musim dingin Byron sejak Rabu (10/12) menyebabkan banjir besar di kamp-kamp pengungsian di seluruh Gaza. Ribuan tenda terendam, barang-barang basah, dan keluarga terpaksa mengungsi kembali dalam kondisi minim perlindungan. Pertahanan Sipil menerima lebih dari 2.500 panggilan darurat dan mengevakuasi banyak tenda yang tenggelam di Rafah dan Khan Younis.
Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan meningkatnya risiko kematian pada anak-anak, lansia, dan pasien akibat suhu rendah, kelembapan, serta infeksi pernapasan yang menyebar di tenda-tenda lembap. Pemerintah kota menyatakan hampir seluruh peralatan penanganan banjir hancur akibat serangan Israel sehingga menyebabkan respons darurat sangat terbatas.
PBB dan lembaga kemanusiaan menegaskan krisis semakin parah karena Israel membatasi masuknya tenda, tiang tenda, alat perbaikan, dan perlengkapan musim dingin. Lebih dari 850.000 pengungsi berada dalam risiko banjir tertinggi, sementara 81% bangunan di Gaza telah hancur.
Di tengah badai, warga Gaza bertahan dalam tenda bocor tanpa pakaian hangat atau selimut kering, menggambarkan krisis kemanusiaan yang kian memburuk meski gencatan senjata telah berlangsung selama dua bulan.
Sumber: MEMO, Qudsnen
![Masyarakat berduka atas meninggalnya bayi Rahaf Abu Jazar akibat cuaca dingin di Khan Yunis, Gaza, pada 11 Desember 2025. [Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/AA-20251211-39953338-39953334-PALESTINIAN_BABY_DIES_OF_COLD_IN_GAZA-1-750x375.webp)







