Sebuah dokumen bocor mengungkap rencana pemerintahan Trump yang disebut “Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust (GREAT Trust)” yang berisi pengusiran terhadap dua juta warga Palestina dari Gaza, mengganti mereka dengan wisatawan dan tenaga kerja baru, lalu mengubah Gaza menjadi pusat ekonomi berisi resort mewah, kota pintar, pelabuhan, dan bandara.
Skema ini menawarkan “relokasi sementara” warga Gaza, baik ke luar negeri maupun ke kamp konsentrasi di dalam Gaza. Sebagai gantinya, mereka dijanjikan token digital, $5.000, sewa rumah empat tahun, dan makanan setahun. Namun, jika menolak pindah, mereka akan dikecualikan dari program rekonstruksi.
Rencana ini disusun pengusaha Israel Michael Eisenberg dan Liran Tancman dengan dukungan Boston Consulting Group. Trump sendiri menyebut Gaza bisa menjadi “Riviera of the Middle East”.
Pakar hukum menegaskan bahwa memaksa atau memberi insentif agar warga meninggalkan tanah mereka adalah bentuk pembersihan etnis dan pelanggaran hukum internasional.
Rencana ini muncul di tengah genosida Israel yang telah membunuh puluhan ribu orang dan menghancurkan Gaza, sekaligus menutup jalan menuju negara Palestina merdeka.
Sumber:
Qudsnen








