Korban meninggal dunia gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 268 orang per pukul 17.00 WIB pada Selasa (22/11). Dari jumlah itu, 122 orang telah teridentifikasi.
Akan tetapi, terdapat 151 orang yang dinyatakan hilang. Meskipun demikian, jumlah pasti kematian masih belum pasti karena operasi penyelamatan terus dilakukan. Kepala BNPB Letjen Suharyanto di Posko Tanggap Darurat, Kantor Bupati Cianjur, juga mengungkapkan korban luka sebanyak 1.083 orang, sementara umlah pengungsi mencapai 58.362 orang.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Cianjur pada Senin (21/11) siang. Setidaknya 12 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Cianjur, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Warungkondang. Kemudian Kecamatan Cilaku, Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Cugenang, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Sukaluyu, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Bojong Picung, Kecamatan Cikalong Kulon, dan Kecamatan Pacet.
Gempa yang sumbernya dangkal tetapi sangat berdampak ini telah membuat ribuan bangunan dan fasilitas warga, termasuk sekolah yang sedang berlangsung pembelajaran. Mia, salah seorang guru dari sekolah tersebut mengatakan “Sempat shock kami semua karena (gempa) terjadi di tengah proses pembelajaran. Kami semua berkumpul di lapangan, anak-anak ketakutan dan menangis, mengkhawatirkan keluarga mereka di rumah. Kami saling berpelukan, saling menguatkan, dan terus berdoa.”
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Cianjur, Jawa Barat (Jabar) mencatat setidaknya ada 142 bangunan sekolah, 121 SD dan 21 SMP, rusak di 3 kecamatan. Keadaan itu membuat proses belajar mengajar kembali dilakukan dalam jaringan (daring/online).
Di samping itu, gempa yang mengguncang Cianjur juga bertepatan dengan waktu ketika anak-anak sedang mengaji. “Kejadian gempa pukul 13.21 WIB ini bertepatan dengan jadwal anak-anak yang mengaji, Sehingga sebagian korban yang sudah teridentifikasi adalah anak-anak,” ujar Kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam konferensi pers, Selasa (22/11). Kendati demikian, BNPB belum bisa merinci jumlah anak-anak yang tewas akibat insiden gempa tersebut.
Atas bencana yang terjadi, ungkapan belasungkawa juga didapatkan dari mancanegara. Di antaranya, Presiden Rusia; Vladimir Putin, Perdana Menteri Inggris; Rishi Sunak, Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi; Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), serta Presiden Palestina; Mahmoud Abbas.
Sumber:
https://www.savethechildren.net
https://www.contenthubsavethechildren.org
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








