Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada Minggu (5/2) meminta komunitas internasional dan kelompok hak asasi manusia untuk berupaya meningkatkan layanan diagnostik dan pengobatan bagi ribuan pasien kanker di Jalur Gaza yang diblokade. “Sekitar 9.000 pasien kanker di Gaza sedang menunggu perawatan yang mereka perlukan,” kata pejabat Kementerian Kesehatan Abdul Latif Al-Hajj dalam konferensi pers.
“Sistem kesehatan Gaza mengalami kesenjangan besar dalam perawatan kesehatan untuk pasien kanker, termasuk deteksi dini, layanan diagnostik, pengobatan radioterapi dan kemoterapi,” kata Al-Hajj. Dia mengimbau komunitas internasional dan lembaga hak asasi manusia “untuk memikul tanggung jawab mereka dan menekan Israel agar mengizinkan pemindahan pasien ke rumah sakit di Al-Quds dan Tepi Barat untuk perawatan.”
Menurut laporan Anadolu, kementerian mengatakan bahwa jumlah kematian akibat kanker di Gaza naik 12,5 persen pada 2021. Kementerian menyalahkan peningkatan blokade Israel yang telah membiarkan Gaza dengan kurangnya fasilitas radioterapi dan pemindaian atom. Banyak pasien di Gaza bergantung pada rumah sakit di Al-Quds Timur, Tepi Barat, dan Israel untuk menerima perawatan dan melakukan operasi yang tidak tersedia di Jalur Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








