• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Berusaha Hindari Ketakutan, Anak-Anak Gaza di Rumah Sakit Al-Shifa Membawa Mainan yang Tersisa

by Adara Relief International
November 10, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Berusaha Hindari Ketakutan, Anak-Anak Gaza di Rumah Sakit Al-Shifa Membawa Mainan yang Tersisa
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Farah Bakr dan bonekanya memang tidak bisa dipisahkan. Ketika sebagian rumahnya hancur akibat serangan udara Israel, dia mengira boneka itu hilang, tetapi kemudian berhasil menemukan gaun biru mudanya di bawah puing-puing. “Bom!”  kata Farah.  “Mereka mengebom masjid di sebelah kami,” lanjutnya seolah tidak percaya.

Anak berusia lima tahun itu menggali reruntuhan untuk menemukan bonekanya. Ia kemudian membersihkannya, bersikeras untuk membawanya ke Rumah Sakit al-Shifa tempat dia dan keluarganya mencari perlindungan. “Bonekaku hancur tapi aku ingin dia bersamaku,” katanya.  “Saya mencucinya, menyisir rambutnya, dan mengikatnya menjadi kunciran ekor kuda.”

Pengeboman yang terus-menerus di Gaza, bahkan ketika mereka sedang tidur,  membuat takut anak-anak yang tinggal di sana, demikian juga dengan Farah.  “Saat pengeboman semakin hebat, saya menggendongnya. Dia tersentak saat tidur,” kata kakak perempuannya, Shireen, 21 tahun.

Anak-anak di Rumah Sakit al-Shifa terpaksa mengungsi dari rumah dan tempat yang mereka kenal, menghabiskan siang dan malam mereka dalam ketakutan akan ledakan bom yang terus menerus berjatuhan di sekitar mereka. Beberapa dari mereka berhasil mengambil benda kesayangannya dari rumah yang harus mereka tinggalkan, mengeluarkan mainan kecil berwarna cerah dari puing-puing seperti yang dilakukan Farah, atau mengambil benda terdekat yang bisa mereka pegang. Mereka berusaha untuk membawa sesuatu yang bisa mengingatkan mereka akan rumah. Kepadatan yang ekstrem di rumah sakit membuat para pengungsi menetap di mana pun mereka dapat menemukan tempat untuk tinggal; di koridor, di halaman taman, atau di lantai kamar rumah sakit.

Taiseer al-Sharif dan keluarganya berkumpul di sekitar ranjang rumah sakit dengan anaknya, Jude (3 tahun), yang duduk di atasnya dengan kepala diperban. Mereka sedang berkendara ke selatan dari Kota Gaza menuju Wadi Gaza pada 13 Oktober ketika pesawat tempur Israel menargetkan kendaraan di sebelah mereka.  Keluarga tersebut pindah ke selatan sesuai instruksi tentara Israel, “demi keselamatan mereka sendiri”. “Pecahan peluru itu mengenai kita,” kata Taiseer.  “Darah mengalir di tubuh kami. Jude terkena pecahan peluru di kepalanya dan pingsan.”

Keluarga tersebut mencoba bersembunyi di balik penghalang beton di pos pemeriksaan polisi, dan akhirnya berhasil kembali ke Kota Gaza dengan berjalan kaki. Taiseer kemudian menyuruh anak-anaknya yang lebih besar untuk berjalan dengan memberi jarak beberapa meter, “sehingga jika kami menjadi sasaran, tidak semua dari kami harus terbunuh”. Ambulans membawa mereka ke RS al-Shifa, dan Jude terbangun dari komanya sehari kemudian, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.  Dia menderita kerusakan saraf di kaki kirinya, dan saat ini dia menjalani fisioterapi.

Dia duduk di tempat tidur, memegang mainan ring stacker plastik sederhana yang sepertinya menghiburnya.  Ayahnya telah membawanya keluar dari bangsal rumah sakit untuk membelikannya. “Saya mencoba untuk meningkatkan suasana hatinya, membawanya keluar untuk membeli barang-barang favoritnya, makanan favoritnya,” kata ayahnya.  “Dia suka mie cup, tapi saat ini hanya bisa minum kuahnya.  Ini merupakan kemajuan besar dari sebelumnya,” lanjutnya. “Dia perlahan-lahan mendapatkan kembali kemampuan bicaranya dan berhenti muntah.  Sebelumnya dia tidak mau berinteraksi dengan siapa pun.”

Di dekatnya, Batoul Abu Karesh, 10 tahun, bermain dengan saudara perempuannya dengan buah-buahan dan sayuran plastik, satu-satunya mainan yang berhasil mereka dapat dari rumah mereka di lingkungan Karama. “Saya tidak terlalu takut dengan pengeboman itu,” katanya dengan berani. Dia dan saudara perempuannya merasa terhibur dengan adanya anak-anak lain di sekitar mereka. “Saya lebih takut ketika kami berada di rumah.” “Saya ingin perang berakhir.  Saya berharap kita semua bisa tetap hidup dan tidak kehilangan satu sama lain,” tambahnya.

Sejak 7 Oktober, serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 4.300 anak, dua kali lipat jumlah anak-anak Palestina yang terbunuh di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki sejak tahun 1967. Lebih dari 10.500 warga Palestina telah terbunuh, dan hampir setengah dari jumlah tersebut adalah mereka yang mengikuti perintah tentara Israel untuk pindah ke selatan.  Lebih dari 2.660 warga Palestina masih berada di bawah reruntuhan, 1.350 di antaranya adalah anak-anak.

Sumber:

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

https://www.aljazeera.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: AnakGazaPalestinaSeranganUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Tiga kucing membawa kegembiraan bagi anak-anak Gaza

Next Post

Fatwa Terbaru MUI: Haram Beli Produk Pendukung Agresi Israel

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
21
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Fatwa Terbaru MUI: Haram Beli Produk Pendukung Agresi Israel

Fatwa Terbaru MUI: Haram Beli Produk Pendukung Agresi Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630