Israel telah mengatakan kepada PBB bahwa Jalur Gaza utara harus dievakuasi dalam waktu 24 jam. Tentara Israel memberitahu PBB “bahwa seluruh penduduk Gaza di utara Wadi Gaza harus direlokasi ke Gaza selatan dalam waktu 24 jam ke depan,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan Kamis malam (12/10). Pernyataan itu muncul di tengah laporan Israel yang mengatakan tentara Israel siap melancarkan serangan darat di Jalur Gaza dan sedang menunggu persetujuan di tingkat politik.
Memperhatikan bahwa sekitar 1,1 juta orang tinggal di Jalur Gaza utara, Dujarric mengatakan: “Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan tegas meminta agar perintah semacam itu, jika memang benar, segera dibatalkan. Ini untuk menghindari hal yang dapat mengubah situasi yang sudah sangat buruk menjadi bencana.” “Kami yakin langkah seperti itu tidak mungkin terjadi tanpa konsekuensi kemanusiaan yang buruk,” katanya.
Juru bicara tersebut mencatat bahwa perintah itu juga berlaku untuk “semua staf PBB dan orang-orang yang berlindung di fasilitas PBB – termasuk sekolah, pusat kesehatan, dan klinik.” Oxfam telah memperingatkan bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza. “Tidak ada satu meter persegi pun di Gaza yang aman. Semuanya sedang diserang,” kata seorang pejabat Oxfam dalam sebuah wawancara kemarin.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








