Kepala Dewan Regional untuk Permukiman Tepi Barat, Yossi Dagan, pada Rabu (23/8) mengajukan proposal kepada PM Israel Benjamin Netanyahu. Proposal tersebut berisi rencana untuk meningkatkan jumlah pemukim Yahudi di Tepi Barat bagian utara dari 170.000 menjadi 1 juta pada tahun 2050. Menurut Ynet News, rencana tersebut mencakup pembangunan kota, kawasan industri, rumah sakit, jalur kereta api, dan bandara.
Meski proposal baru saja diajukan, dewan permukiman ternyata diam-diam telah menyewa jasa insinyur dan konsultan profesional untuk mengembangkan rencana tersebut. Usulan tersebut mencakup perluasan permukiman menjadi kota-kota Yahudi, serta pendirian kota-kota baru. Di antara permukiman yang menjadi target perluasan adalah Itamar di luar kota Nablus, Palestina; Avnei Hefetz dekat Tulkarem; dan Tzufim dan Sal’it dekat Qalqilyah.
Para pembuat rencana tersebut juga bermaksud untuk memukimkan kembali orang-orang Yahudi yang dievakuasi pada tahun 2005 di wilayah utara Tepi Barat. “Ke depan, kepadatan penduduk di pusat negara harus diatasi,” kata mereka. “Rencana kami didasarkan pada asumsi bahwa Tepi Barat adalah kunci dari resolusi tersebut.”
Saat ini, terdapat 726.427 pemukim Yahudi Israel yang tinggal di 176 permukiman dan 186 pos terdepan di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur. Semua permukiman dan pos terdepan ini, serta para pemukim yang tinggal di dalamnya, adalah ilegal menurut hukum internasional. Bahkan, pos-pos permukiman sebenarnya juga ilegal menurut hukum Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








