Menteri sayap kanan Israel telah memicu kemarahan dengan mengatakan ia akan membangun sinagog Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang dijajah jika ia bisa. Hal itu memperkuat narasi bahwa situs suci umat Islam dan simbol nasional Palestina tersebut tengah terancam.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang berulang kali mengabaikan larangan lama pemerintah Israel bagi orang Yahudi untuk beribadah di lokasi tersebut, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat pada hari Senin (26/7) bahwa jika memungkinkan, ia akan membangun sinagoge di kompleks Al-Aqsa, yang disebut oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount.
“Jika saya boleh melakukan apa pun yang saya inginkan, saya akan memasang bendera Israel di situs tersebut,” kata Ben-Gvir dalam wawancara itu.
Ketika ditanya beberapa kali oleh seorang jurnalis apakah ia akan membangun sinagoge di lokasi tersebut jika ia mengiyakannya
Berdasarkan status quo yang telah berlaku selama puluhan tahun yang dipertahankan oleh otoritas Israel, warga Yahudi dan non-Muslim lainnya diizinkan untuk mengunjungi kompleks di Al-Quds bagian timur yang dijajah selama jam-jam tertentu, tetapi mereka tidak diizinkan untuk beribadah di sana atau memperlihatkan simbol-simbol keagamaan.
Ben-Gvir juga dikritik oleh sejumlah penganut Yahudi Ortodoks yang menganggap tempat itu terlalu suci untuk dimasuki orang Yahudi. Menurut para rabi terkemuka, orang Yahudi dilarang memasuki bagian mana pun dari Al-Aqsa karena kesuciannya.
Sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








