Politikus sayap kanan Israel, Ben-Gvir, menyerukan agar Israel kembali ke Bukit Bait Suci–sebutan Israel terhadap Al-Aqsa. Ia berjanji untuk menghapus larangan ibadah Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang dijajah.
Berbicara di Knesset Israel pada minggu ini, Ben-Gvir menyatakan bahwa “Bukit Bait Suci sedang mengalami perubahan. Kita semua mengerti apa yang saya bicarakan.”
Mengacu pada aksinya yang menyerbu kompleks Al-Aqsa – situs suci Islam ketiga terpenting di dunia – pada pekan lalu dengan dukungan pasukan keamanan Israel, menteri itu berkata, “Apa yang perlu dilafalkan dengan tenang akan dilakukan dengan tenang. Saya berada di Bukit Bait Suci. Saya berdoa di Bukit Bait Suci.”
Ben-Gvir menantang status quo lama di Al-Quds (Yerusalem) bahwa Masjid Al Aqsa dan kompleksnya terbatas untuk ibadah Muslim, sikap yang secara resmi didukung – meskipun sering dilanggar – oleh pemerintah Israel.
“Mereka selalu mengatakan kepada saya ‘kepemimpinan politik’ menentangnya. Saya adalah kepemimpinan politik. Dan kepemimpinan politik mengizinkan doa Yahudi di Bukit Bait Suci,” kata menteri ekstremis itu.
Dia lebih lanjut mengklaim, “Status quo dan pembatasan serupa merupakan diskriminasi terhadap Yahudi. Ini adalah rasisme. Tidak ada alasan bagi Bukit Bait Suci untuk tidak dibuka 24/7. Semua area Bukit Bait Suci harus terbuka bagi orang Yahudi untuk datang, termasuk pada Shabbat (Sabtu).”
Pernyataan tersebut memantik banyak kritik dari tokoh politik dan anggota parlemen Israel. Anggota Knesset dari Partai Likud, Moshe Gafni, mengatakan bahwa ibadah Yahudi di kompleks Al-Aqsa adalah “pelanggaran berat” terhadap hukum Yahudi, dan meminta PM Benjamin Netanyahu “tidak membiarkan status quo berubah.”
Benny Gantz, mantan menteri kabinet perang dan anggota parlemen dari Partai Persatuan Nasional, menyatakan bahwa, “sama seperti halnya Ben-Gvir tidak bisa membuat keputusan tentang kunjungan Muslim ke Bukit Bait Suci selama Ramadan, dia juga tidak bisa membuat keputusan tentang hal ini.” Gantz menyerukan agar Ben-Gvir “dicabut dari semua wewenangnya terkait masalah keamanan sensitif.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








