Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, memperbarui tuntutannya pada Selasa (18/6) terkait pemukiman kembali Jalur Gaza dan “migrasi sukarela” warga Palestina dari daerah kantong tersebut, Anadolu Agency melaporkan.
“Kami berkomitmen untuk kembali ke Gaza dan Samaria bagian utara (Tepi Barat). “Kami berkomitmen untuk menetap di sana,” kata pemimpin Partai Kekuatan Yahudi itu dalam sebuah pernyataan di Telegram.
Dia juga mendorong apa yang disebutnya sebagai migrasi sukarela warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat bagian utara.
“Masalahnya tidak terbatas pada permukiman Gush Katif,” kata Ben-Gvir, mengacu pada permukiman khusus Yahudi yang dievakuasi oleh Israel dari Gaza pada tahun 2005.
“Kita harus mengingatkan diri kita akan satu hal, bahwa membangun permukiman saja tidak cukup,” ujarnya. Menteri ekstremis tersebut telah mengajukan beberapa tuntutan kepada warga Palestina untuk bermigrasi secara sukarela dari Jalur Gaza, sehingga mengundang kecaman dari beberapa negara Barat, termasuk AS, Prancis, Inggris, dan Jerman.
Lebih dari 37.350 warga Palestina telah terbunuh di Gaza, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 85.400 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat. Lebih dari delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








