Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengancam akan membunuh pemimpin Palestina yang dipenjara, Marwan Barghouti, saat mengunjungi penjara “Ganot” di Gurun Negev, tempat Israel menahan sejumlah tokoh Palestina.
Menurut Israel Hayom, Ben Gvir mengatakan kepada Barghouti bahwa “siapa pun yang melakukan operasi melawan bangsa Yahudi pantas mati” dan menegaskan, “Siapa pun yang membunuh anak dan perempuan kami akan dihapus dari keberadaan.” Dalam video yang beredar Ben Gvir terlihat didampingi Kepala Layanan Penjara Israel, Kobi Yaakovi, yang merupakan rekan dekatnya.
Sementara itu, Masyarakat Tawanan Palestina (PPS) mengingatkan bahwa peringatan Sekretaris Jenderal PBB tentang adanya bukti kejahatan kekerasan seksual oleh Israel terhadap tawanan Palestina menempatkan Israel dalam risiko serius untuk masuk daftar negara pelaku kejahatan tersebut di zona konflik. PPS menegaskan bahwa sekadar peringatan dan keprihatinan tidak lagi efektif di tengah agresi genosida yang sedang berlangsung.
Menurut PPS, penderitaan para tawanan merupakan salah satu aspek paling brutal dari genosida, dijalankan melalui sistem kejahatan terstruktur di penjara-penjara Israel. Lembaga ini mengutip kesaksian para taWanan dari Gaza yang memuat bukti tak terbantahkan, termasuk kekerasan seksual. PPS juga menyoroti video bocor yang menunjukkan tentara Israel memperkosa seorang tawanan Gaza di pangkalan militer “Sde Teiman”, yang dikenal sebagai salah satu lokasi penyiksaan terburuk.
Sejak dimulainya agresi, setidaknya 76 tawanan terbunuh akibat penyiksaan di pusat-pusat penahanan Israel, sementara puluhan lainnya diduga dihilangkan secara paksa. PPS menyerukan lembaga HAM internasional untuk kembali menjalankan perannya dengan adil, karena diamnya dunia hanya semakin mendorong Israel melakukan pelanggaran berat.








