Pada 15 Februari lalu, Bella Hadid, seorang supermodel turunan Belanda-Palestina, mengunggah gambar sebuah hati berwarna merah muda di akun Instagram pribadinya dan menuliskan keterangan “Akankah engkau membebaskan Palestinaku.” Gambar tersebut ia unggah tepat sehari setelah 14 Februari atau yang orang-orang kenal sebagai Hari Kasih Sayang (Valentine). Tidak ada caption pada postingan tersebut, namun sudah cukup menjelaskan bahwa Bella Hadid tidak melupakan Palestina, tanah airnya.
Isabella Khair Hadid dilahirkan di Washington D.C. pada 9 November 1996. Ayah Bella, Mohamed Hadid, merupakan pengungsi Palestina yang bermukim di Amerika Serikat sejak masih muda dan merintis karir menjadi seorang arsitek. Sementara ibunya, Yolanda Hadid, adalah mantan model yang berasal dari Belanda dan berkarir di Amerika Serikat sejak usianya 16 tahun. Bella memiliki seorang kakak perempuan bernama Gigi dan seorang adik laki-laki bernama Anwar, yang juga berprofesi sebagai model.
Terlahir dari keluarga yang memiliki darah Palestina membuat Bella sangat vokal menyuarakan ketidakadilan dan penjajahan yang dilakukan Israel terhadap tanah airnya. Ketika terjadi agresi di Gaza pada Mei 2021, Bella mengungkapkan amarahnya melalui Instagram. Ia menuliskan di story Instagram-nya, “Tidak ada seorang pun yang mengadvokasi kesetaraan ras, LGBT dan hak-hak perempuan, mengutuk rezim yang korup dan kasar, dan ketidakadilan lainnya, tetapi memilih untuk mengabaikan penindasan di Palestina.”
Sebelumnya, pada 2020, Bella menyuarakan protes terhadap pesan yang ia terima dari platform Instagram setelah mengunggah foto paspor ayahnya dan menyoroti bagian tempat lahirnya yaitu Palestina. Pesan tersebut mengatakan bahwa unggahan Bella telah melanggar pedoman komunitas, termasuk tindakan pelecehan dan intimidasi. Bella Hadid kemudian menyampaikan keberatannya di story Instagram dengan menuliskan: “Instagram, bagian mana dari saya yang bangga dengan tempat kelahiran ayah saya di Palestina kemudian diartikan sebagai tindakan ‘intimidasi, pelecehan, atau gambar seksual’? Apakah kita tidak diizinkan menjadi orang Palestina di Instagram? Ini, bagi saya, adalah intimidasi. Anda tidak dapat menghapus sejarah dengan membungkam orang. Tidak bisa seperti itu,” jelasnya.

Pesan teguran dari platform Instagram untuk Bella Hadid
Sumber : https://www.middleeasteye.net/news/palestine-bella-hadid-instagram-censoring-post
Pesan yang dilayangkan Instagram kepadanya tidak membuat Bella berhenti berbicara tentang Palestina di media sosial. Pada akhir 2020, Bella kembali mengungkapkan kecintaannya terhadap Palestina yang ia sandingkan dengan ucapan selamat ulang tahun untuk ayahnya yang ke-72. Ia mengunggah foto ayahnya dan menuliskan, “Selamat ulang tahun, Baba. Aku selalu senang saat bersamamu. Aku senang belajar memasak makanan Palestina denganmu. Terima kasih telah mengajari tentang budaya kita. Aku sangat mencintai Palestina dan Baba. Garis keturunan Baba akan selamanya terjalin dalam garis keluarga kita. Ini adalah bagian favoritku tentang kita.”
Bella Hadid juga menunjukkan solidaritasnya dengan Palestina melalui partisipasinya dalam protes di luar Kedutaan Amerika di London pada 2017. Protes tersebut merupakan bagian dari aksi yang dilakukan orang-orang pro-Palestina yang menentang pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa Al-Quds adalah ibukota Israel. Bella menyampaikan bahwa tindakan tersebut adalah “langkah mundur untuk perdamaian”. Bella juga menuliskan di akun Instagram-nya: “Menonton berita dan melihat penderitaan rakyat Palestina membuat saya menangis untuk banyak generasi Palestina. Perlakuan terhadap rakyat Palestina sangat tidak adil, sepihak, dan tidak boleh ditoleransi. Saya mendukung Palestina.”
Bella Hadid dan serangkaian kampanyenya di media sosial untuk membela Palestina telah menunjukkan kepada kita bahwa ketidakadilan harus disuarakan, meskipun hanya melalui sosial media. Satu suara di sosial media sangat berarti dan bisa menjadi jalan bagi orang-orang lainnya untuk berani bersuara juga. Akan ada pihak yang tidak suka, tetapi itulah bagian dari perjuangan. Sikap Bella dalam menghadapi pihak yang kontra memberikan pelajaran kepada kita untuk tidak takut dan mundur, selama kita yakin berada di jalan yang benar.
Bella Hadid, seorang supermodel sukses yang hidup di tengah gemerlapnya Amerika Serikat, tidak pernah melupakan tanah air dan saudara-saudaranya sesama penduduk Palestina. Ia tidak pernah malu, bahkan bangga akan identitasnya. Bagaimana dengan kita? Akankah kita diam saja melihat saudara-saudara kita ditindas di Palestina? Pilihannya kembali kepada diri kita masing-masing. Akankah kita diam saja dan berbalik arah, atau berdiri dan bersuara, menjadi bagian dalam pembebasan tanah suci dari tangan-tangan penjajah.
Salsabila Safitri, S.Hum.
Penulis merupakan Staf Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.
Sumber :
https://www.biography.com/personality/bella-hadid
https://qudsnen.co/after-facing-criticism-bella-hadid-insists-to-declare-her-love-for-palestine/
https://www.middleeasteye.net/discover/palestine-celebrities-voiced-their-solidarity
https://www.middleeasteye.net/news/palestine-bella-hadid-instagram-censoring-post
https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-celebrities-solidarity-reaction-mixed
https://www.#/20210510-celebrities-in-solidarity-with-sheikh-jarrah/
https://www.#/20201109-bella-hadid-expresses-love-for-palestine-in-birthday-wishes-to-father/
https://www.#/20200610-gigi-hadids-dad-and-his-childhood-home-in-palestine/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.







