Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian memburuk seiring musim dingin yang semakin ekstrem dan pembatasan ketat Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan. Seorang bayi Palestina berusia satu bulan, Saeed Abdeen, dilaporkan meninggal dunia akibat kedinginan ekstrem, menambah jumlah anak yang terbunuh dalam beberapa hari terakhir menjadi lima orang.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa kematian tersebut terjadi akibat minimnya pemanas, tempat tinggal yang layak, serta keterbatasan bahan perlindungan musim dingin. Sejak badai besar melanda Gaza pekan lalu, sedikitnya 17–20 warga Palestina meninggal dunia akibat cuaca dingin dan runtuhnya bangunan, termasuk anak-anak.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa pasokan perlengkapan musim dingin masih sangat terbatas si tengah hujan lebat dan badai yang terus mengguyur wilayah tersebut. Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, menyebutkan bahwa 90 persen tenda pengungsian terendam banjir, sementara timnya menerima lebih dari 5.000 panggilan darurat dari warga.
Di tengah situasi ini, lebih dari 200 organisasi kemanusiaan lokal dan internasional yang tergabung dalam Humanitarian Country Team mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar mencabut pembatasan bantuan ke Gaza. Mereka memperingatkan bahwa operasi penyelamatan nyawa berada di ambang kehancuran akibat sistem pendaftaran baru bagi LSM internasional yang dinilai tidak jelas, dipolitisasi, dan mengancam penutupan puluhan organisasi kemanusiaan.
Kelompok bantuan menegaskan bahwa jutaan dolar bantuan berupa makanan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, dan bahan tempat tinggal tertahan di luar Gaza. Padahal, organisasi-organisasi tersebut menopang layanan vital seperti rumah sakit lapangan, klinik kesehatan, penyediaan air bersih, sanitasi, serta perawatan anak-anak dengan malnutrisi berat.
UNRWA juga mengonfirmasi bahwa Israel telah menghalangi masuknya bantuan langsung ke Gaza. Dalam pernyataannya, UNRWA menegaskan bahwa warga Palestina, termasuk anak-anak, meninggal akibat bangunan runtuh dan paparan dingin ekstrem, serta menyerukan agar bantuan kemanusiaan segera diizinkan masuk dalam skala besar.
Tanpa tindakan cepat, organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa warga sipil Gaza akan terdampak hebat, terutama akibat musim dingin yang berlangsung di tengah blokade dan kehancuran lebih dari 80 persen infrastruktur wilayah tersebut.
Sumber:








