Eid Sabbah, direktur keperawatan di Rumah Sakit Kamal Adwan, mengatakan bahwa serangan Israel terhadap fasilitas tersebut melukai bayi-bayi yang baru lahir dan memaksa evakuasi ruang perawatan bayi.
“Bangsal anak-anak dengan inkubator terkena serangan dari pesawat tempur dan drone quadcopter Israel. Lantai atas rusak dan sejumlah anak serta bayi yang baru lahir terluka,” katanya kepada Al Jazeera melalui telepon.
“Wartawan, perawat, dan staf medis lainnya juga terluka,” tambahnya.
“Para perawat membawa anak-anak ke lantai bawah, tetapi lantai tersebut tidak memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk merawat bayi yang membutuhkan inkubator dan perawatan intensif. Anak-anak dan bayi yang baru lahir itu berada di bawah tembakan langsung. Seorang anak terpaksa menjalani operasi darurat. Staf sangat terkejut dengan serangan ini karena sehari sebelumnya kami sudah diserang.”
Sebelumnya pada Ahad (03/11) enam anak Palestina terluka parah dalam serangan biadab Israel di rumah sakit tersebut. Hussam Abu Safia, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan juga mengatakan bahwa pasukan Israel mengebom departemen perawatan bayi dan tangki air di fasilitas kesehatan.
Lebih lanjut, Abu Safia mengatakan rumah sakit tersebut menjadi sasaran penembakan hebat oleh Israel tak lama setelah kunjungan delegasi dari Organisasi Kesehatan Dunia. Abu Safiya meluncurkan panggilan darurat untuk menyelamatkan pasien dan orang terluka yang terjebak di dalam rumah sakit, sambil menunjuk pada tantangan sulit yang dihadapi petugas medis dalam memberikan perawatan mengingat penembakan yang terus terjadi terhadap fasilitas kesehatan.
Awal pekan ini, laporan baru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Israel telah “menjalankan strategi terpadu untuk menghancurkan sistem perawatan kesehatan Gaza”, mencakup “serangan yang disengaja terhadap personel dan fasilitas medis”, yang keduanya merupakan kejahatan perang.
Rumah Sakit Kamal Adwan adalah rumah sakit terakhir yang sebagian masih berfungsi di Gaza utara yang terkepung. Serangan terbaru ini terjadi sepekan setelah pasukan Israel menggerebek fasilitas tersebut dan menahan puluhan orang, termasuk hampir semua staf medisnya.
Rumah sakit – yang terus menerima korban luka akibat serangan Israel yang semakin intensif di Gaza utara – telah menyerukan intervensi internasional mendesak dan pembukaan jalur kemanusiaan untuk pengiriman pasokan medis.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








