Sebagai bagian dari rangkaian perjalanan “Bashmah Journey” dan untuk memperkuat kerja sama, Adara mengunjungi salah satu kantor mitra penyaluran yakni NGO “Ghawth” di Beirut, Jum’at (10/12).

Ghawth menyampaikan bahwa kamp-kamp pengungsian Palestina di Lebanon sangat membutuhkan bantuan, karena bantuan dari pemerintah Lebanon hanya dikhususkan untuk warga dengan kewarganegaraan Lebanon.
Secara khusus para pengungsi Palestina sangat membutuhkan dukungan kesehatan, pendidikan dan mental. Bantuan konkrit yang dibutuhkan diantanya adalah obat-obatan, hadiah yatim, makanan pokok, trauma healing, dan lain-lain. Inilah yang melatarbelakangi pembangunan pusat kesehatan oleh Ghawth yang diketuai oleh Dr. Majdi.
Di Lebanon terdapat banyak kamp pengungsian yang tersebar di kota Beirut, Saida, Tripoli (di utara), Tirus (di selatan), dan Bekaa (di timur).
Di Beirut terdapat kamp Dbayeh, kamp Mar Elias, kamp Shatila, dan kamp Burj Al Barajinah. Di Saida terdapat kamp Miya Miya dan kamp Ainul Hilwa, kamp ini merupakan kamp terbesar di Libanon.
Adapun di Tripoli terdapat kamp Nahr Barid dan kamp Al Badawi. Sementara di kota Tirus terdapat kamp Burj Asy Syamali, kamp Al Bush dan kamp Ar Rasyidiyah. Di Bekaa terdapat kamp Jalil Al Ghawi.
Secara khusus Adara berharap dengan kunjungan secara langsung ini dapat meningkatkan dukungan warga Indonesia untuk para pengungsi Palestina yang berada di Lebanon.








