JAKARTA-Genosida telah merenggut banyak hal dari penduduk Gaza. Selama dua tahun genosida, jutaan penduduk Gaza telah kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka. Mereka yang dulunya berdaya untuk memproduksi bahan pangan di lahan sendiri, kini terpaksa bergantung pada bantuan kemanusiaan karena nyaris seluruh lahan pertanian telah dihancurkan oleh Israel. Maka dari itu, pada 22 November 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan paket sayuran yang memberi manfaat bagi 1.135 orang di Gaza selatan.

Sebelum genosida, Gaza adalah pusat pertanian yang berkembang. Para petani dan warga biasa membudidayakan berbagai macam buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian untuk konsumsi lokal. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), pertanian menyumbang sekitar 10% dari ekonomi Jalur Gaza, dan seperempat dari populasi Gaza didukung oleh pertanian.
Akan tetapi, setelah genosida berlangsung selama dua tahun, nyaris seluruh lahan pertanian di Gaza dihancurkan oleh Israel. Pada pertengahan tahun 2025, FAO menyebutkan bahwa Israel telah merusak 86% lahan pertanian Gaza, setara dengan hampir 13.000 hektar (32.000 hektar). Hanya ada kurang dari 9% lahan pertanian yang masih dapat diakses secara fisik, dan hanya 1,5% – setara dengan 232 hektar – lahan yang dapat diakses dan kondisinya tidak rusak oleh serangan Israel.
Kerusakan yang terjadi pada hampir seluruh lahan pertanian yang ada di Gaza telah membuat penduduk Gaza kehilangan akses terhadap bahan pangan, terutama sayuran. Akibatnya, mereka terpaksa bertahan hidup dengan makanan yang dikirimkan dari bantuan kemanusiaan, yang biasanya berupa makanan kaleng.

Karena tak ingin penduduk Gaza hanya bertahan dengan makanan kaleng, maka Sahabat Adara bersama Adara Relief International segera mengambil tindakan. pada 22 November 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan berupa paket sayuran. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 1.135 orang di Gaza selatan, dengan harapan dapat memenuhi nutrisi penduduk Gaza yang kesulitan mendapatkan makanan di tengah genosida.

Dua tahun genosida mungkin telah membuat penduduk Gaza lupa akan warna-warni sayuran yang dulunya tumbuh di lahan pertanian mereka sendiri. Akan tetapi, mereka tidak akan pernah lupa bahwa hari ini, Sahabat Adara telah menanamkan kebahagiaan di hati mereka melalui paket sayuran yang dikirimkan. Terima kasih Sahabat Adara, kebaikanmu telah menyuburkan harapan di Gaza, bahwa mereka tidak sendiri menghadapi kerasnya genosida.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)