Kekejaman penjajahan terus meninggalkan kisah pilu bagi rakyat Gaza-Palestina. Seakan tak cukup menderita hidup di bawah blokade yang berjalan hampir 15 tahun, Zionis terus mengirimkan gempuran demi gempuran ke Gaza, gempuran ini sering kali diarahkan ke pemukiman warga sipil dan meratakan seluruh isi bangunan milik warga.
Tanpa jeda, untuk sekadar bernafas dalam ketenangan pun sulit bagi rakyat Gaza.
Akibat agresi pada Mei lalu, tercatat 231 penduduk sipil terbunuh, termasuk diantaranya 65 anak-anak di bawah usia, 39 perempuan, dan 1212 warga lainnya yang terluka. Tak hanya itu, ratusan keluarga juga harus kehilangan para pencari nafkahnya.
Keluarga Ibrahim Al-Zawaraa misalnya, setelah rumah mereka rata dengan tanah akibat agresi Mei lalu. Keluarga ini juga harus merasakan pahitnya kehilangan ayah sekaligus tulang punggung yang selama ini menafkahi mereka. 6 anak dalam keluarga ini menjadi yatim dalam satu hari.

Ada pula kisah keluarga Abed Abu Chahla. Meski kepala keluarga mereka selamat, namun ia mengalami luka yang sangat parah pada agresi Mei lalu. Keadaan ini menyebabkan ia tidak mampu lagi bekerja untuk menghidupi keluarganya.
Masih ada banyak lagi kisah pilu yang terjadi akibat agresi Mei lalu, untuk membantu meringankan para korban dan keluarga korban, Adara Relief bersama Rabbani Profesor Kerudung memberikan bantuan kepada 16 keluarga yang rumahnya dihancurkan dan menjadi korban penjajahan Zionis Israel.

Bantuan dialirkan kepada para keluarga yang tinggal di daerah Syeikh Ridwan, Kamp Nuseirat, Beit Lahia, Rafah, Jabalia dan Beit Hanoun. Bantuan yang diberikan berupa dana tunai untuk kebutuhan hidup mereka selama 6 bulan pasca agresi.
https://www.instagram.com/p/CUErxJrhyiF/?utm_source=ig_web_copy_link
Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu mampu memperpanjang nafas perjuangan mereka. Terima kasih pula kepada Rabbani Professor Kerudung beserta tim, sampai bertemu di jutaan kebaikan lainnya Sahabat😊







