JAKARTA-Genosida telah membuat penduduk Gaza tidak pernah terbebas dari rasa lapar setiap harinya. Anak-anak, perempuan, ibu hamil, dan seluruh makhluk yang bernyawa di Gaza saat ini menderita akibat kelaparan. Oleh sebab itu, pada 22 Juli 2025, Adara Relief International berkolaborasi dengan Samira Travel menyalurkan makanan siap saji yang memberi manfaat bagi 1.000 orang di Alhelou International Hospital dan Kamp pengungsian di Kota Gaza.

Krisis kelaparan di Gaza telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. WHO menyebut Gaza telah menghadapi “bencana kelaparan paling buruk abad ini”, dengan hampir 96% penduduk mengalami kerawanan pangan serius. Program Pangan Dunia (WFP) juga memperingatkan lebih dari 320.000 anak di bawah lima tahun berisiko mengalami malnutrisi akut, sementara 17.000 anak sudah menderita malnutrisi parah di Gaza.
Kelaparan telah merenggut nyawa 266 warga Gaza, termasuk 112 anak-anak. Dengan kata lain, sekitar 28 anak meninggal setiap harinya dan satu anak meninggal setiap 40 menit akibat kelaparan di Gaza. PBB juga menambahkan bahwa lebih dari 1.850 warga Palestina terbunuh dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan saat berusaha mendapatkan makanan di Gaza.

Mengetahui bahwa kelaparan telah menjadi masalah yang sangat serius di Gaza, Adara segera bergerak untuk mengambil tindakan. Pada 22 Juli 2025, Adara Relief International berkolaborasi dengan Samira Travel menyalurkan makanan siap saji kepada warga Gaza yang sangat membutuhkan makanan. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 1.000 orang di Alhelou International Hospital dan Kamp pengungsian di Kota Gaza.




Di tengah rasa lapar yang membuat mereka menderita, anak-anak dan seluruh warga Gaza yang menerima bantuan makanan siap saji yang Adara bagikan masih bisa tersenyum penuh ketulusan. Terima kasih Samira Travel, terima kasih Sahabat Adara, satu bantuan makanan dari Sahabat Adara telah menyelamatkan banyak jiwa dari ancaman kelaparan dan malnutrisi di Gaza.








