Adara Relief International bersama dengan Rumah Sosial Kutub (RSIK) memberikan bantuan kursi roda kepada 45 orang penerima manfaat pada 18 Juli 2021 bagi korban agresi Gaza 2014.
Pemberian kursi roda ini sangat berarti bagi mereka untuk membantu meringankan dan memudahkan aktivitas mereka sehari hari sehingga dapat membawa harapan baru untuk melanjutkan kehidupan secara mandiri.

Komisi Penyelidikan PBB pada tahun 2020 menemukan bahwa hampir 10 persen lebih dari 11.000 orang Palestina terluka selama agresi Gaza tahun 2014. Sebagai akibatnya, mereka menjadi cacat fisik di mana sekitar 100 orang anggota tubuhnya diamputasi. Menurut statistik resmi dari Biro Sensus Palestina, sekitar 48.000 orang di Gaza atau sekitar 2,4 persen dari populasi memiliki disabilitas, lebih dari seperlimanya adalah anak-anak. Beberapa orang menjadi cacat seumur hidup setelah cedera yang berasal dari penggunaan kekuatan otoritas Israel.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya agresi yang kembali dilakukan oleh otoritas Israel selama 11 hari pada tahun 2021. Di lain sisi, otoritas Israel telah selama 16 tahun membatasi impor penyediaan perangkat alat bagi difabel, salah satunya adalah kursi roda. Hal ini menyebabkan para penyandang disabilitas di Gaza kesulitan untuk mengakses alat bantu dan bergerak secara leluasa.
Perlu diketahui, Gaza adalah salah satu daerah terpadat di dunia, dengan sekitar 2,1 juta orang tinggal di area seluas 365 kilometer persegi. Selama hampir 16 tahun, pergerakan orang dan barang masuk dan keluar Gaza telah dibatasi oleh Otoritas Israel dengan alasan masalah keamanan. Blokade ini telah menciptakan situasi kemanusiaan yang parah di Gaza yang diperburuk oleh kekerasan yang terjadi.
Terima kasih Sahabat Adara telah menjadi bagian yang mendukung warga Palestina untuk kembali bangkit.











